Kisah Musa Penghafal Al-Qur’an Termuda Di Indonesia

Kisah Musa Penghafal Al-Qur’an Termuda Di Indonesia ~ Wajahnya polos khas anak kecil. Ngomongnya juga masih cadel. Saat tertawa tampak gigi-gigi ompongnya, sekilas, ia hanyalah anak kecil biasa seperti kebanyakan anak-anak lain seusianya. Tapi, siapa sangka? Dari balik wajahnya yang polos dan periang itu, justru tersimpan hafalan ayat-ayat suci Al Qur'an 30 juz di otaknya.


Ya, dialah Musa bin Hanafi, anak Bangka Barat, Bangka Belitug (lahir pada tahun 2008). Namanya mendadak  tenar saat mengikuti lomba hafalan Al Qur'an yang diadakan di RCTI, Hafiz Indonesia. Yang membuatnya istimewa adalah usianya masih 5,5 tahun, tapi ia sudah mampu  menghafal seluruh ayat suci Al-Qur'an, kecuali surat Bani Israil dan An-Nahl di juz 30. Namun, usia mengikuti lomba itu. Musa menuntaskan sisa hafalannya. Jadilah Musa sebagai penghafal Al-Qur'an 30 juz termuda di Indonesia. Bulan Agustus tahun 2014 yang lalu pun ia memdapatkan penghargaan dari MURI (Museum Rekor Indonesia).

Atas prestasinya itu, Musa sempat diundang ke Jeddah, Arab Saudi untuk mengikuti ajang Internasional lomba hafalan Al-Qur'an. Meski tidak juara, tapi ia berhasil menempati urutan ke-12 dari 25 peserta  dengan nilai numtaz yakni 90, 83 poin dari 100 nilai sempurna. Rupanya penampilan Musa itu menarik perhatian masyarakat di sana. Musa dan keluarga pun diminta untuk tetap tinggal di negeri Petro Dolar itu. Namun, Musa memilih pulang dan tetap tinggal di Indonesia.

Pertanyaannya : Kenapa harus Musa yang terpilih untuk ikut di ajang tersebut?

Menurut paman Musa, Abu Unaisah, ikutnya Musa dalam ajang dunia itu karena kerja sama TV penyelenggara Hafiz Indonesia dengan kedubes Arab Saudi di Jakarta. Selain itu, karena bocah yang belum genap berusia enam tahun ini begitu menyita perhatian saat mengikuti Hafiz Indonesia. Bahkan, seringkali dewan juri dan para pemirsa pun dibuat menangis atas kehebatan hafalannya itu. Sungguh, mungkin saat anak berusia lima tahun asyik bernyanyi, Musa justru membawa nama baik Indonesia dan agamanya di tingkat dunia.

Kehebatan Musa ini juga diakui oleh Duta Besar Arab Saudi untuk  Indonesia, Syeikh Mustafa Ibrahim Al Mubarak. “Hadza Musa..... Musa, Masya Allah! Hifdz jayiid, wa tilawatil jayiid,” ujarnya. Bakat Musa dalam bidang hafalan Al-Qur'an memang sudah terlihat sejak kecil. Saat usianya masih 2 tahun, sang ayah (Hanafi), sudah memperkenalkan huruf-huruf hijaiyah pada Musa. Huruf-huruf itu ditempel di dinding agar selalu diulang-ulang oleh Musa hingga ia hafal seluruh huruf.

Kini, pelajaran itu telah membuahkan hasil. Selain hafalannya yang tokcer, Musa juga rajin shalat malam. Luar biasa! “Jika kamu menilai masa anak-anaknya hilang, itu salah besar. Karena selepas Subuh adalah waktu bagi Musa untuk bermain dengan teman-temannya,” ujar sang ayah suatu kali.

Menurut sang paman, daya ingat Musa memang luar biasa. Dalam waktu 30 menit ia sudah bisa menghafal setengah lembar Al-Qur'an yang besar. Hal ini tak mengherankan karena sejak masih kandungan, kedua orang tuanya sudah rajin membaca Al-Qur'an.

Namun, bukan berati, Musa tak pernah pernah merasa bosan. Ketika usianya 3,5 tahun ia pernah menangis karena bosan belajar Al-Qur'an. Namun, ayahnya tak menyerah. Ia percaya bahwa agama akan menjadi landasan kuat untuk kehidupan Musa ke depannya. Karena itu, sang ayah yang seorang petani ini sampai meminta bantuan pada Sabilar Rosyad (Penghafal Al-Qur'an) untuk membimbingnya.

Sebagai penutup, selain menghafal Al-Qur'an Musa juga menghafalkan matan-matan hadits penting, seperti Arbain Nawawi dan lainnya. Semoga ke depan muncul lagi Musa-Musa yang lain di Indonesia...... Amien. 

Oleh Eep Khunaefi
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Musa Penghafal Al-Qur’an Termuda Di Indonesia Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Musa Penghafal Al-Qur’an Termuda Di Indonesia Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya