Kisah Penaklukan Kota Mekkah

Dunia Nabi ~ Kaum Anshar dan kaum Muhajirin di Madinah bersatu,Islam semakin kuat. Selama itu, kaum Quraisy di Mekkah seringkali melancarkan serangan. Peperangan di antara umat Islam dan kaum Quraisy tidak dapat terhindarkan, seperti Perang Badar, Perang Uhud, dan Perang Khandak.

Dari berbagai pertempuran tersebut, hanya pada Perang Uhud Umat Islam kalah. Kekalahan umat Islam disebabkan oleh ketidakpatuhan pasukan ahli pemanah terhadap perintah Nabi Muhammad saw.


Setelah Perang Khandak, umat Islam dan kaum Quraisy mengadakan perjanjian perdamaian, yaitu Perjanjian Hudaibiyah. Umat Islam dapat hidup damai berdampingan dengan kaum Quraisy. Namun setelah beberapa lama, kaum Quraisy melanggar perjanjian tersebut dengan menyerang sekutu umat Islam.

Ketika itu, Bani Khuza’ah bersekutu dengan umat Islam, sedangkan Bani Bakar bersekutu dengan kaum Quraisy. Bani Bakar menyerang Bani Khuza’ah. Banyak orang dari Bani Khuza’ah yang terbunuh. Di antara Bani Khuza’ah yang selama meminta pertolongan kepada Rasulullah.

Rasulullah segera mempersiapkan pasukannya. Rasulullah dan tentaranya bergerak ke Mekkah pada bulan Ramadhan 8 Hijriah. Ketika sampai di Mar Al-Zahran, Rasulullah memerintahkan untuk menyalakan ribuan api obor. Rasulullah juga mengutus Abu Sufyan ke Mekkah. Kaum Quraisy pun menyadari kedatangan Rasulullah dan tentara Muslim. Kaum Quraisy bersembunyi karena tidak mampu melawan.

Baca juga :
Akhirnya, Rasulullah dan tentara Muslm tiba di Mekkah. Rasulullah mencium batu Hajar Aswad. Kemudian, Rasulullah dan tentara Muslim menghancukan 360 berhala di sekitar Ka’bah. Ia juga bertawaf sebanyak 7 kali. Lukisan Nabi Ibrahim dan patung berhala di dalam Ka’bah dihancurkan oleh Rasulullah.

Rasulullah mengatakan siapa saja yang bersembunyi di rumah masing-masing, di Masjidil Haram, atau di rumah Abu Sufyan akan dimaafkan. Penduduk Mekkah sangat senang dan banyak di antara mereka yang memeluk agama Islam.

Banyak penduduk Mekkah yang sebelumnya menjadi musuh kemudian berbalik memeluk Islam. Ketika Nabi Muhammad wafat, hampir seluruh Jazirah Arab telah memeluk agama Islam. Banyak rintangan dihadapi oleh Nabi Muhammad selama berdakwah. Namun, tidak sedikitpun, beliau berputus asa.

Nabi Muhammad diutus Allah bagi seluruh umat manusia. Hal itu sesuai dengan Al-Quran Surat Saba ayat 28, “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”

Hal itu berbeda dengan Nabi-Nabi sebelumnya. Mereka diutus oleh Allah untuk suatu kaum. Misalnya, Allah mengutus Nabi Shaleh kepada kaum Tsamud, Nabi Hud kepada kaum ‘Ad, dan Nabi Musa kepada kaum Bani Israil.

Meskipun demikian, terdapat persamaan antara Nabi Muhammad dan Nabi-Nabi sebelumnya, yaitu sama-sama mengajarkan untuk hanya menyembah kepada Allah. Nabi-Nabi itu mengajarkan tauhid, yaitu tidak ada Tuhan selain Allah dan hanya Allah yang patut disembah. Hal itu sesuai dengan Al-Quran Surat Al-Anbiyaa ayat 25, “Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu melainkan Kami Wahyukan kepadanya, ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian.”

Oleh Sugiasih, S.Si.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Penaklukan Kota Mekkah Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Penaklukan Kota Mekkah Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya