Kisah Keangkuhan Bani Israil

Dunia Nabi ~ Bani Israel dikenal sebagai kaum yang banyak melakukan perbuatan maksiat dan mungkar. Di antara perbuatan buruk yang menonjol adalah bersifat angkuh dan tidak bersyukur.

Mereka sering kali bersikap angkuh dan tidak mensyukuri atas nikmat yang diberikan Allah kepada mereka. Pada saat mendapatkan cobaan, mereka menyatakan beriman kepada Allah. Namun ketika mendapat kesenangan, mereka akan melupakan Allah.


Pada suatu masa, kaum Bani Israel ditindas oleh Firaun. Mereka mengadu kepada Nabi Musa. Kemudian, Nabi Musa berkata. “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya”

Kisah ini diceritakan dalam Al-Quran Surat Al-A”raaf ayat 29. “Kaum Musa berkata, Kami telah ditindas (oleh Firaun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab, Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi-Nya, maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu.” (Surat  Al-A”raaf ayat 29).

Mereka mengeluh kepada Nabi Musa bahwa nasib mereka sama saja, baik sebelum kedatangan Nabi Musa maupun sesudahnya. Ketika itu, Nabi Musa menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakkan Firaun. Ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan lemahnya daya juang kaum Bani Israel.

Perkataan Nabi Musa itu juga merupakan doa. Tidak lama kemudian, Allah menghukum Firaun dengan mendatangkan kemarau yang panjang. “Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Firaun.dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.” (Surat  Al-A’raaf  ayat 130).

Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran mereka berkata, “Itu adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Nabi Musa dan orang-orang yang besertanya.

Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah. Akan tetapi, kebanyakkan mereka tidak mengetahui. (Surat Al-A”raaf ayat 131).

Nabi Musa menasihati mereka untuk bersabar bila mendapat kesusahan dan bersyukur bila mendapat kesenangan, Nasihat itu tidak mereka perdulikan. Mereka menyatakan beriman kepada Allah ketika mereka mendapat kesusahan. Ketika Allah memberikan nikmat, mereka bersikap angkuh dan mengingkari nikmat dari Allah. Itu semua menunjukkan Bani Israel yang tidak bersabar dan bersyukur. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang demikian.

Oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Keangkuhan Bani Israil Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Keangkuhan Bani Israil Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya