Dunia Nabi ~ Pada suatu ketika, seorang lelaki berjalan di suatu lembah, ia mendengar suara dari arah awan, suara yang terdengar Itu adalah “Siramlah kebun Si Fulan (menyebut nama seseorang)”. Kemudian, awan bergerak ke suatu tempat.
Saat awan berada di atas tanah berbatuan yang cukup luas. Saat awan berada di atas tanah berbatuan yang luas, awan menumpahkan air hingga terjadilah hujan. Air hujan mengumpul di suatu kubangan yang besar.
Di dekat kubangan air itu, ia melihat seorang lelaki yang sedang berdiri di suatu kebun, ia bertanya kepada lelaki yang sementara berada di kebun itu. “Hai hamba Allah, siapakah namamu”?
Lelaki itu lalu menjawab. Nama saya adalah “Si Fualan (menyebut nama dan nama itu sama dengan nama yang terdengar dari arah awan) lelaki itu bertanya mengapa engkau menanyakan nama ku ?
Ia pun menerangkan bahwa ia mendengar suara dari arah awan yang menyebut nama lelaki itu dan meminta awan bergerak ke arah kebun itu.
Ia bertanya lagi. ”Apa yang engkau lakukan pada kebun mu itu”? Lelaki itu menjawab, ”Aku menyedekahkan hasil kebunku sebanyak sepertiganya. Sepertiga yang lain aku gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluargaku dan sepertiga lainnya untuk membiayai kebunku.”
Dari kisah ini dapat diambil hikmah pentingnya menyedekahkan harta kekayaan yang kita miliki.
Sesungguhnya pada harta yang dimiliki oleh seseorang terdapat hak untuk orang lain utama bagi orang yang miskin.
“Harta tidak akan berkurang, karena harus kita banyak bersedekah dan beramal”.
Sumber : Seri Peneguh Iman Islami oleh Sugiasih, S.Si.
loading...
0 Response to "Kisah Teladan Seorang Pemilik Kebun "
Post a Comment