Kisah Nabi Musa Dalam Istana Firaun

Dunia Nabi ~ Asiyah sangat menyayangi Nabi Musa, seolah-olah Nabi Musa adalah anaknya sendiri. Pada suatu ketika, Firaun memangku Nabi Musa yang masih kanak-kanak. Tiba-tiba, nabi Musa menarik janggut Firaun hingga Firaun kesakitan. Firaun pun menjadi murka. Ia hampir saja memukul Nabi Musa yang tertawa. Namun, Asiyah mencegahnya dengan berkata. “Dia masih anak-anak, belum berakal dan tidak mengetahui apa pun.”


Pada saat tinggal di istana Firaun, Nabi Musa banyak belajar berbagai ilmu. Nabi Musa  mempelajari bahasa, ilmu hisab, dan ilmu bangunan. Demikianlah kehidupan Nabi Musa di istana, Nabi Musa tinggal di istana Firaun sampai dewasa.

Setelah cukup umur dan sempurna akalnya, Allah memberikan hikmah dan pengetahuan kepada Nabi Musa. Hal itu merupakan persiapan untuk menjadi rasul. Kisah ini diceritakan dalam Al-Quran Surat Al-Qashash ayat 14.

“Dan  setelah Nabi Musa cukup umur dan sempurna  akalnya, Kami berikan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Sejak bayi hingga dewasa Nabi Musa tinggal di istana itu sehingga orang memanggilnya Musa bin Firaun. Nama Musa sendiri diberikan oleh keluarga Firaun. “Mu” berarti air dan “sa” adalah tempat  penemuannya di tepi sungai Nil. Sungguh Allah Maha Berkuasa di langit dan di bumi segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi tunduk sujud  kepada Allah Ta’ala.

Nabi Musa Berkelahi

Ketika pengawal istana Firaun lalai, Nabi Musa berhasil keluar istana dan masuk ke kota. Di tengah perjalanan dia bertemu dengan dua lelaki yang sedang berkelahi. Seorang di antaranya adalah orang Bani Israel dan lainnya adalah orang Mesir.

Nabi Musa turut campur tangan dan membantu orang Bani Israel tersebut. Ia memukul orang Mesir itu hingga mati. Ia sangat menyesal melakukan perbuatan tersebut. Pukulannya telah bermaksud membunuh orang tersebut. Ia semata-mata hanya membela kaumnya. Ia pun memohon ampun kepada Allah. Ia juga berjanji tidak akan bersahabat dengan orang-orang jahat . Allah pun mengampuni Nabi Musa.

Kisah ini diceritakan dalam Al-Quran Surat Al-Qashash ayat 15 – 17. “Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota itu ada dua orang laki-laki yang berkelahi, yang seorang adalah dari golongan (Bani Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Firaun). Maka orang yang dari golongannya  meminta pertolongan kepadanya, untuk  mengalahkan orang yang dari musuhnya lalu Musa meninjunya, dan matilah musuhnya itu. Musa berkata, “Ini adalah perbuatan setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang menyesatkan lagi nyata (permusuhannya)”. (QS. Al-Qashash ayat 15)

Nabi Musa berdoa, “ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku. Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Yang maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” ( Quran Surat Al-Qashash ayat 16 ).

Musa berkata, “Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa.” (Quran Surat Al-Qashash ayat 17).

Apabila kita melakukan perbuatan dosa segeralah bertobat dan memohon ampun kepada Allah swt. Janganlah mengulangi perbuatan dosa tersebut.

Nabi Musa Saat Ketakutan

Nabi Musa memohon ampun kepada Allah swt. Ia sangat menyesal atas perbuatan dan terbunuhnya orang Mesir itu. Pada saat itu, nabi Musa sangat ketakutan. Ia khawatir dengan akibat perbuatannya.

Pada waktu yang lain, orang Bani Israel yang sebelumnya ditolong oleh Nabi Musa kembali memanggil dan meminta pertolongan kepada Nabi Musa. Nabi Musa  marah kepadanya dan berkata, “Kamu adalah orang yang sesat dan jahat.”

Kemudian, orang bani Israel itu berkata, “Hai Nabi Musa, apakah kamu hendak membunuhku, sebagaimana  kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri ini, dan kamu bukanlah hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.” Mendengar perkataan orang bani Israel itu, kemarahan nabi Musa menjadi reda. Nabi Musa menjadi ingat akan janjinya dan memohon ampun kepada Allah swt.

Kisah ini diceritakan dalam Al-Quran Surat Al-Qashash ayat 18 – 19. Oleh karena itu, jadilah Musa di kota itu merasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya), maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya. “Sesungguhnya kamu benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya).” Maka tatkala Musa hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya berkata . “Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana kamu  kemarin telah membunuh seorang manuasi? Kamu tidak bermaksud melainkan hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan perdamaian.” (QS. Surat Al-Qashash ayat 18 - 19)

Sumber : Kisah Nabi Dan Rasul oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Musa Dalam Istana Firaun Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Nabi Musa Dalam Istana Firaun Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya