Kisah Umar bin Khattab Pemimpin Yang Adil

Dunia Nabi ~ Pada suatu hari, Khalifah Umar bin Khattab mengumumkan pemberian kain dari kekhalifahan kepada kaum muslim. Pembagian ditetapkan secara adil  kepada semua orang baik kepada Negara, pejabat Negara ataupun rakyat biasa, semuanya mendapat  ukuran yang sama.

Sehingga setelah mendengar pengumuman tersebut, maka semua rakyat berbondong-bondong pergi ketempat untuk menerima pembagian kain, begitu pula dengan Umar bin Al-Khattab, ia seolah-olah mendapat kain yang besar karena ukuran badannya memang besar. Keadaan yang demikian diketahui oleh orang-orang karena  pembagiannya dilakukan secara terang-terangan, kabar tentang hal itu telah menyebar kepada seluruh penduduk.


Tepat pada hari Jum’at Umar berkhutbah disalah satu tempat, ketika itu. ia  memberi semangat kepada kaum muslim untuk berjihad dan menjalankan tujuannya. Dengarlah dan taatilah  perkataan-ku ini kata Umar. Namun, ia berhenti dan menjadi heran, ketika itu tidak ada suara gemuruh dan sorakan yang biasanya terdengar untuk mendukung kata-katanya. Malah satu suara yang cukup nyaring terdengar. Tidak ada perhatian dan tidak pula ketaatan. Tidak ada tentara  yang maju dengan senjata-senjatanya di medan pertempuran, kata suara itu seperti dalam keadaan marah.

Umar menjadi semakin heran dengan suasana yang berbeda dari kebiasaan itu. Mengapa sikap kalian berubah? Tanya Umar. ”Engkau mengambil kain sebagaimana yang kami ambil, tetapi bagaimana kain itu hanya cukup untukmu, sedangkan engkau seorang yang berbadan besar. Pasti ada sesuatu yang telah engkau lakukan menurut kehendakmu sendiri”, kata seseorang dengan nada tinggi.

Mendengar pernyataan itu. Umar lalu memanggil anaknya Abdullah. Anaknya itu diminta menjadi saksi dan mengumumkan  kepada semua orang tentang kejadian yang sebenarnya.

Abdullah pun berkata bahwa dia memberikan jatah  kainnya  kepada Umar agar ayahnya dapat memakai pakaian yang menutup auratnya, sesuai bentuk tubuhnya yang tinggi dan besar itu.

Orang yang berbicara lantang tadi pun duduk. Dia paham akan apa yang terjadi dan senang dengan jawaban dan penjelasan  yang diberikan oleh anaknya (Abdullah) dan Umar itu. Sekarang kami dengar dan kami taat, katanya. Sikap ini kemudian diikuti oleh kaum Muslim lainnya.

Katakanlah yang sebenarnya dan adil, sebab benar dan adil itu adalah satu.

Sumber : Seri Peneguh Iman Islami oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Umar bin Khattab Pemimpin Yang Adil Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Umar bin Khattab Pemimpin Yang Adil Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya