Kisah Putri Rasulullah Yang Sederhana

Dunia Nabi ~ Sitti Fatimah adalah putri kesayangan Rasulullah saw. Beliau memiliki akhlak yang sangat mulia, Rasulullah adalah seorang Rasul sekaligus sebagai pemimpin umat. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika putri seorang  pemimpin hidup dalam kemewahan. Segala kebutuhan hidup akan terpenuhi, baik makanan, pakaian ataupun tempat tinggal yang harus bagus. Namun demikian hal itu tidak berlaku bagi Fatimah putri Rasulullah saw, beliau hidup penuh dengan kesederhanaan.


Pada suatu ketika dalam ayat 43 surat Al-Hijr yang diturunkan. ”Dan sesungguhnya neraka Jahanam itu benar-benar menjadi tempat yang telah diancamkan kepada mereka (para pengikut setan) semuanya”. Saat itulah, Rasulullah saw menangis  dengan kuat, sehingga para sahabatnya pun ikut menangis tanpa mengetahui penyebab Rasulullah menangis. Tidak ada seorang pun yang berani bertanya kepada beliau.
Salah seorang sahabat yang bernama Abdurrahman bin Auf pergi menemui Fatimah. Abdurrahman mengatakan  Rasulullah, menangis setelah menerima  wahyu, kemudian Fatimah meminta Abdurrahman jalan terlebih dahulu, sedangkan Fatimah bersiap diri. Abdurrahman pun kembali ke tempat Rasulullah saw berada.

Fatimah memakai baju kurung dari kulit yang dijahit dengan pelepah kurma, Sekalipun putri seorang pemimpin umat Islam. Fatimah hanya memakai baju yang sudah sangat lusuh, bahkan baju itu sudah dijahit  beberapa kali karena sudah berlubang-lubang.

Dalam perjalanan menuju ke tempat Rasulullah, Fatimah bertemu dengan Umar bin Khattab, sambil memegang kepala Fatimah, lalu Umar berkata, ”Alangkah sederhananya  putri Rasulullah saw, engkau memakai baju yang lusuh dan  banyak tempalan (jahitan), padahal putri-putri pemimpin yang lain memakai baju yang bagus dan mulus”.

Ketika sudah sampai di tempat Rasulullah, Fatimah  menceritakan perkataan Umar bin Khattab kepada Rasulullah, dimana Fatimah mengatakan bahwa dirinya dan Ali selama ini hanya memakai alas tidur dari kulit kambing. Rasulullah saw berkata, ”Wahai Umar, biarkanlah putriku seperti ini, semoga di akhirat kelak dia berada dibarisan paling depan menuju surga kelak.”

Kemudian Fatimah bertanya kepada Rasulullah saw, tentang penyebab Rasulullah menangis.Rasulullah saw menjawab. “Bagaimana aku tidak menangis, aku menerima ayat ini, Dan sesungguhnya neraka Jahanam  itu benar-benar  menjadi tempat yang telah diancamkan kepada mereka  (para pengikut setan) semuanya.”

Rasulullah merasa sangat takut jika dirinya atau pun umatnya menjadi pengikut setan dan akan dimasukkan ke dalam neraka Jahanam kelak.

“Orang yang berilmu selalu berdoa, ”Ya Allah, kayakanlah aku dengan kekayaan ilmu, hiasilah aku dengan perhiasan sopan santun, muliakanlah aku dengan kemuliaan takwa dan cantikkanlah aku dengan kesehatan yang sempurna.”

Sumber : Seri Peneguh Iman Islami oleh Sugiasih, S.Si.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Putri Rasulullah Yang Sederhana Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Putri Rasulullah Yang Sederhana Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya