Kisah Perdebatan Imam Ahmad Dan Seorang Atheis

Dunia Nabi ~ Orang-orang yang beriman kepada Allah swt adalah orang-orang yang beruntung karena mereka mendapat petunjuk dari Tuhan. Dalam surat Ibrahim ayat 27 dinyatakan bahwa Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman kepada-Nya dan Allah menyesatkan bagi orang-orang yang berbuat zalim.


Pada suatu masa, terdapat penganut paham Atheis, mereka mencoba mempengaruhi  keimanan umat Islam melalui perdebatan dan logika yang mereka kemukakan, mereka  berpendapat bahwa alam semesta terbentuk dengan sendirinya tanpa campur tangan oleh Allah. Oleh karena itu manusia tidak perlu menyembah kepada Tuhan yang sebenarnya tidak berwujud.

Ketika itu banyak ulama yang berusaha berdebat dan meluruskan keyakinan mereka. Namun tidak ada seorang  pun yang mampu mengalahkan perdebatan dengan mereka. Mereka pun menjadi  semakin yakin dengan keyakinan mereka bahkan mereka cenderung menyombongkan diri.

Suatu ketika, Imam Ahmad menantang mereka berdebat, ia ingin membuktikan bahwa keyakinan mereka itu tidak benar. Para penganut Atheis itu menerima tantangan dari Imam Ahmad dengan syarat perdebatan itu dilakukan di depan orang banyak. Mereka pun menyepakati  waktu dan tempat perdebatan mereka.

Setalah tiba waktunya, Imam Ahmad datang terlambat, hal itu membuat para penganut Atheis marah dan kesal. ”Sabar Aku mohon berikan kesempatan kepadaku untuk menjelaskan penyebab keterlambatanku hadir disini”, kata Imam Ahmad dengan tenang. Sekalipun maresa kesal, para penganut Atheis tetap memberi kesempatan untuk Imam Ahmad  berbicara.

“Begini kalian tentu mengetahui bahwa saya tinggal diluar kota, di sana terdapat sebuah sungai yang cukup lebar. Ketika  akan datang kesini, saya mendapati tidak ada satu pun sampan yang saya harus gunakan untuk menyeberangi sungai yang cukup lebar itu, maka itulah  penyebabnya sehingga saya terlambat datang”. Seorang diantara mereka bertanya, ”Bagaimana kamu dapat tiba disini kalau tidak ada sampan”? “Tiba-tiba, terjadi peristiwa  yang ajaib.” Kata imam Ahmad. Ketika itu, sekeping papan yang dibawah hanyut terapung-apung dan berhenti  di depan saya, kemudian disusul oleh beberapa papan-papan  lain  yang juga hanyut lalu semuanya bergabung atau seperti yang terikat, tiba-tiba muncul pula seutas tali, sehingga papan-papan dan tali itu membentuk  dengan sendirinya menjadi seperti sampan yang bagus dan rapi. Sampan kecil itulah yang menyeberangkan saya hingga sampai ke tempat ini dengan selamat.” Ungkapnya imam Ahmad  panjang lebar.

Kelompok Atheis itu tertawa terbahak-bahak.”Ah! Ada-ada saja itu mustahil dan tidak masuk akal”. Kata salah seorang diantara mereka yang penganut Atheis. Imam Ahmad  menjawab dengan lembut. ”Kalau kalian tidak percaya sampan yang kecil itu yang dapat terbentuk sendirinya, bagaimana pula dengan alam semesta  ini yang besar dan dapat terjadi dengan sendirinya  tanpa kekuasaan Allah swt?”

Mendengar perkataan Imam Ahmad, para penganut Atheis itu hanya terdiam, mereka tidak mampu membalas perkataan Imam Ahmad, sehingga mereka pergi begitu saja. Orang-orang itu merasa sangat kagum dengan perkataan Imam Ahmad yang sangat sederhana tetapi memiliki arti yang amat mendalam.

Orang yang tidak beriman, memandang dunia ini dengan satu mata, sedangkan orang yang beriman memandang dunia dengan dua mata, yaitu pandangan lahir dan pandangan batin. 

Sumber : Seri Peneguh Iman Islami oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Perdebatan Imam Ahmad Dan Seorang Atheis Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Perdebatan Imam Ahmad Dan Seorang Atheis Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya