Kisah Teladan Umar Bin Khattab Meninggalkan Kemewahan

Dunia Nabi ~ Khalifah Umar bin Khattab terkenal dengan sifatnya yang zuhud. Kedudukannya sebagai kepala Negara tidak menariknya dalam kehidupan yang penuh dengan kekayaan dan kemewahan. Jangankan untuk korupsi, mengambil sesuatu yang menjadi haknya saja, beliau segan melakukannya.


Suatu ketika, Umar menerima utusan dari wakil semenanjung Arab yang ditaklukkannya. Dia menyambutnya dengan satu-satunya jubah yang dia miliki. Jubah itu sangat lusuh dengan 12 tambalan.

Sebagai pengganti Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq, mestinya dia berhak untuk mendapatkan gaji yang lebih banyak dari pada Khalifah Abu Bakar. Selain itu, wilayah kekhalifahan Islam waktu itu semakin luas dan besar. Hal itu membuat tugas dan kewajibannya semakin bertambah. Namun demikian, Umar memilih untuk menerima gaji yang sama dengan yang diterima oleh Khalifah Abu Bakar.

Orang-orang terdekatnya merasa iba dan prihatin atas sikap kesederhanaannya itu. Beberapa kali mereka mengusulkan agar Umar menerima gaji sesuai tanggung jawab dan beban tugasnya. Namun, usul itu selalu saja ditolaknya.

“Mengapa kalian memaksaku untuk menerima gaji yang melebihi keperluanku ? Ketahuilah, walaupun Rasulullah saw diampunkan dosanya yang telah lalu dan yang datang, tetapi beliau tetap memilih hidup sederhana dan tetap bersemangat dalam beribadah. Apalagi aku ini !” kata Umar. Ia ingin menjalankan tugas itu dengan baik sebagai suatu tanggung jawabnya sebagai hamba kepada Allah.

Sumber : Seri Peneguh Iman Islami Oleh Sugiasih, S.Si.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Teladan Umar Bin Khattab Meninggalkan Kemewahan Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Teladan Umar Bin Khattab Meninggalkan Kemewahan Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya