Kisah Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Dunia Nabi ~ Sesudah orang Quraisy melihat, bahwa segala jalan yang mereka tempuh untuk memadamkan Da”wah ( seruan ) Nabi Muhammad saw tidak memberi hasil, karena Bani Hasyim dan Bani Muthalib, dua keluarga besar Nabi Muhammad saw , baik yang sudah beragama Islam ataupun yang belum tetap melindungi beliau, maka mencari taktik baru untuk melumpuhkan kekuatan Islam itu. Mereka mengadakan pertemuan dan mengambil keputusan untuk melakukan pemboikotan terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib ialah dengan jalan memutuskan segala perhubungan yaitu hubungan perkawinan, jual beli, ziarah dan lain-lain, keputusan meraka itu ditulis di atas kertas dan di gantungkan di dinding Ka”bah.


Dengan adanya pemboikotan umum ini, maka Nabi Muhammad saw dan orang-orang Islam serta keluarga Bani Hasyim dan bani Muthalib  terpaksa menyingkir dan menyelamatkan diri keluar kota Mekkah. Selama tiga tahun lamanya menderita kemiskinan dan kesengsaraan, banyak juga diantara kaum Quraisy yang merasa sedih akan nasib yang dialami keluarga Nabi itu. Dengan sembunyi – sembunyi pada waktu malam hari, mereka mengirim makanan dan keperluan lainnya kepada kaum kerabat mereka yang terasing di luar kota Mekkah. Seperti yang dilakukan oleh Hidyam bin Amiin. Akhirnya bangkitlah beberapa pemuka – pemuka kaum Quraisy menghentikan pemboikotan itu dan merobek-robek kertas pengumuman di dinding Ka”bah itu, dengan itu pulihlah hubungan Bani Hasyim dan Bani Muthalib dengan orang Quraisy. Akan tetapi nasib pengikut-pengikut  Nabi Muhammad saw, bukanlah menjadi baik bahkan orang-orang kaum Quraisy meningkatkan sikap permusuhan mereka.

Nabi Muhammad Mengalami Tahun Kesedihan

Belum lagi sembuh dari kepedihan yang dirasakan oleh Nabi Muhammad saw akibat pemboikotan umum, maka tibalah pula musibah atau kejadian yang yang menimpa diri Nabi yaitu wafatnya paman beliau Abu Thalib dalam usia 87 tahun, tidak berapa lama lagi kemudian menyusul  isterinya Sitti Kahdijah. Kedua macam musibah yang terjadi pada tahun ke 10 dari masa ke Nabian. Tahun ini dalam sejarah disebut “Aamul Huzni” ( Tahun kesedihan ) pada saat itu terjadi permusuhan antara kaum Quraisy terhadap beliau yang sedang menjadi-jadi, mereka sudah mulai berani menyakiti badan Nabi. Akan tetapi segala macam musibah dan penganiayaan itu tidaklah mengendorkan semangat perjuangan rasulullah.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang | Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Pemboikotan Terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya