Kisah Nabi Adam Dan Hawa Di Bumi

Dunia Nabi ~ Kehidupan nabi Adam dan Hawa di bumi sangat berbeda dengan kehidupan mereka di surga. Di surga mereka memperoleh makanan dan minuman dengan mudah. Namun ketika berada di bumi mereka harus menggunakan tenaga dan otak mereka untuk memperoleh makanan dan minuman dan tidak semua buah dapat dimakan dan tidak semua jenis aur dapat di minum.


Mereka tinggal di dalam gua, disana mereka berlindung dari cuaca  buruk dan binatang buas, Ketika mereka lapar dan haus harus keluar dari dalam gua dengan sikap waspada karena dengan banyak binatang buas untuk mencekam keselematan mereka. Keterbatasan tersebut telah menggerakkan akan pikiran mereka untuk menanam pohon-pohon yang buahnya dapat dimakan  disekitar tempat tinggal mereka (Gua) Nabi Adam dan Hawa juga mereka memelihara binatang jinak yang mereka tangkap di hutan serta belajar mengatasi segala kesulitan yang mereka alami. Demikianlah kehidupan nabi Adam dan Hawa di bumi, karena mereka telah diperdaya oleh kekuatan setan. Nabi  Adam dan Hawa harus meninggalkan segala kenikmatan di dalam surga ( Quran suat Al Baqarah ayat 36).

Keturunan Pertama Nabi Adam

Nabi Adam dan Hawa tinggal di bumi sebagai suami isteri dan saling menyayangi dan mereka bersusah  payah untuk memenuhi kebutuhan mereka, sehingga bekerja keras untuk memperoleh makanan. Pada siang hari, mereka keluar dari dalam gua untuk pergi bercocok tanam dan beternak hewan, dan pada waktu petang hari kembali pulang ke dalam gua untuk beristirahat. Akhirnya Hawa mengandung setelah beberapa bulan mengandung, Hawa melahirkan anak yang kembar yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Kedua anak tersebut diberi nama untuk laki-laki bernama Qabil dan untuk perempuan bernama Iqlima, sehingga nabi Adam bekerja sendiri tanpa bersama isterinya selama melahirkan. Setelah bekerja pada petang hari  nabi Adam kembali ke gua dengan membawa makanan.

Setahun kemudian hawa hamil lagi, setelah beberapa lama kemudian Hawa melahirkan lagi yang kedua kalinya dengan kembar yaitu seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan yang masing-masing diberi nama untuk anak laki-laki diberi nama Habil dan untuk anak perempuan diberi nama Labuda. Demikian seterusnya, setiap kelahiran anak nabi Adam selalu kembar yaitu anak laki-laki dan anak perempuan, dan dari tahun ke tahun jumlah keluarga nabi Adam semakin bertambah, sehingga untuk itu nabi Adam harus bekerja lebih keras untuk menghidupi keluarganya yang sudah cukup banyak sehingga bertambah bebannya. Jadi itulah awal mula manusia berkembang dan yang berkaitan dengan hal tersebut adalah surat Al A’raaf ayat 189. Dimana dia Allah yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya  juga dia yang menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Dan saetelah di campurinya isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan ( beberapa waktu ). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya ( suami isteri ) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata “ Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang – orang yang bersyukur“.

Anak-Anak Nabi Adam

Pada mulanya, nabi Adam dan Hawa tinggal berdua di bumi, lama kelamaan mereka memiliki anak yang banyak setelah anak-anak mereka dewasa, mereka diberi tugas masing-masing untuk anak laki-laki bertugas untuk membantu nabi Adam bekerja di kebun dan sebagian beternak ayam. Sedang untuk anak perempuan diberi tugas untuk membantu Hawa  untuk menyiapkan makanan dan menjaga adik-adik mereka. Kedua anak laki-laki Adam yaitu Qabil ( anak pertama ) bentuk tubuhnya kecil yang memiliki sifat, tabiat ( prilaku ) yang kasar, sedang Habil ( anak kedua ) bentuk tubuhnya besar yang memiliki sifat, tabiat ( prilaku ) yang baik serta berperasaan halus. Dari  keluarga nabi Adam salah seorang anaknya ada yang diangkat  sebagai nabi, yaitu Syits, kemudian Syits memiliki anak bernama Anausy. Dan Anausy mempunyai anak yang bernama Qaynan, sehingga keturunan nabi Adam sampai  kepada nabi Nuh. Allah menciptakan nabi Adam dan Hawa, sehingga manusia berkembang hingga seperti saat ini. Sesuai Surat An Nissa ayat 1 ( Hai sekalian manusia ) bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan  kamu dari seorang diri, dan darinya Allah yang memperkembang biakkan turunan anak laki-laki dan anak perempuan, sehingga dianjurkan untuk untuk selalu pelihara hubungan silaturrahim sesamamu  karena Allah selalu menjaga dan mengawasi hubungan kamu.

Pembagian Tugas Anak-Anak Nabi Adam

Setelah beberapa lama di bumi, nabi Adam dan Hawa telah menyesuaikan diri dengan keadaan alam di bumi.  Anak-anak mereka tumbuh dewasa. Oleh karena itu anak-anaknya  juga membantu nabi Adam dalam hal mencari nafkah kehidupan. Kedua anak laki-lakinya,  yaitu  putra Qabil dan putra Habil mendapatkan tugas yang berbeda-beda. Putranya Qabil memiliki tabiat yang kasar maka ditugaskan untuk membabat hutan dan bercocok tanam. Sedangkan putranya  Habil yang berperasasan halus dan penuh kasih sayang diberi tugas untuk memelihara hewan ternak dengan tugas seperti itu membutuhkan perhatian dan kasih saying terhadap hewan ternaknya.

Setiap hari, nabi Adam dan kedua putranya yaitu Qabil dan Habil keluar dari dalam gua untuk mencari reziki. Nabi Adam berburu binatang, Qabil bercocok tanam sedangkan Habil memelihara hewan ternak, ketika hari sudah petang mereka pulang membawa hewan buruan, minuman, buah-buahan, sayur-sayuran serta susu untuk kebutuhan keluarga mereka.  Setelah itu, mereka makan bersama dan saat itu juga nabi Adam, senantiasa mengajarkan kepada anak-anaknya untuk selalu berdoa dan bersyukur kepada Allah yang telah memberikan reziki yang baik-baik kepada mereka, sesuai dengan surat Al Israa ayat 70 (Sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, dan Kami beri reziki yang baik-baik dan kami selalu lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan).

Jodoh Anak-Anak Nabi Adam

Pada suatu masa anak-anak nabi Adam telah menginjak dewas. Anak-anak nabi Adam telah memiliki keinginan untuk berkasih sayang, sehingga Allah menetapkan syariat tentang jodoh. Anak-anak nabi Adam, dimana anak pertama nabi Adam yaitu Qabil menikah dengan anak ke empat yang bernama Labuda, sedang anak ketiga yang bernama Habil menikah dengan anak kedua yang bernama Iqlima. Kejadian tersebut nabi Adam dan Hawa serta anak-anaknya menerima ketetapan Allah. Namun Putra Qabil tidak demikian, iblis pun memanfaatkan hal itu dengan menghasut Qabil di mana bapakmu telah berbuat tidak adil terhadap dirimu, karena Habil dinikahkan dengan adikmu yang bernama Iqlima yang cantik, sehingga Qabil menolak ketetapan dari Allah yang keinginannya menikah dengan Iqlima yang cantik.

Dari hasutan iblis maka nabi Adam dan Hawa kebingungan dalam hal menyelesaikan permasalahan tersebut, akhirnya Allah memberi petunjuk kepada nabi Adam untuk  diselesaikan  dengan cara menggunakan kurban. Kedua putra nabi Adam  yaitu Qabil dan Habil harus mempersembahkan kurban kepada Allah, dan bilamana salah satu kurban  diterima oleh Allah itu dialah yang akan memperisterikan Iqlima . Putra Habil mempersembahkan seekor kambing yang gemuk dan yang terbaik, sedangkan Qabil mempersembahkan buah-buahan yang buruk dan busuk dan juga memiliki hati yang busuk sehingga tidak mampu mensyukuri nikmat dari Allah. Pada hari yang ditentukan nabi Adam, Qabil dan Habil pergi ke gunung untuk membawa kurban masing – masing.

Pada esok hari  nabi Adam, putra  Qabil dan Habil pergi ke gunung lagi untuk melihat kurban mereka  dan setelah sampai di gunung untuk kurban Habil sudah tidak ada, sedangkan untuk kurban Qabil masih ada yang berarti kurban Habil yang diterima oleh Allah, maka demikian yang akan menikahi Iqlima adalah putra Habil, sehingga Habil sangat senang dan bersyukur kepada Allah karena diterima kurban nya, sementara itu putra Qabil sangat marah karena tidak diterma kurbannya akibat dia mempersembahkan kurban barang yang busuk dan hati nya pun busuk. Putra Qabil sangat marah kepada saudaranya Habil sekalipun Habil  tidak bersalah sehingga demikian memudahakan iblis menghasut Qabil, Pada akhirnya Qabil melakukan sesuatu yang buruk terhadap Habil  atas hasil hasutan iblis.

Salah satu ayat yang menceritakan Qabil dan Habil yaitu surat Al Maidah ayat 27 “Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra nabi Adam ( Qabil dan Habil ) menurut yang sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diantara kurban mereka diterima salah seorang kurbannya yaitu kurban putra Habil sedangkan kurban putra Qabil tidak diterima sehingga putra Qabil berkata “Aku pasti  membunuhmu“  Habil pun berkata  “Sesungguhnya Allah  hanya menerima kurban dari orang-orang yang baik hatinya dan bertaqwah.“
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Adam Dan Hawa Di Bumi Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Nabi Adam Dan Hawa Di Bumi Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya