Kisah Penciptaan Hawa

Kisah Penciptaan Hawa ~ Allah menempatkan Nabi Adam di surga. Nabi Adam tinggal di tempat yang sangat indah  dan tercukupi segala  kebutuhannya. Namun, ia merasa kesepian karena ia tinggal seorang diri disurga. Pada suatu hari. Nabi Adam tertidur. Ketika ia tertidur itulah, Allah menciptakan seorang wanita, Ia  diciptakan dari tulang rusuk pendek di bagian kiri tubuh  Adam. Ketika Adam terbangun, ia melihat seseorang berdiri di sisinya. Nabi Adam mempersilakannya duduk di sampingnya. Adam bertanya, “Siapakah kamu dan siapa namamu ? “Perempuan itu menjawab” Aku adalah perempuan. Aku belum memiliki nama “Perempuan itu juga mengatakan bahwa dirinya diciptakan  Allah untk menenangkan Adam.


Nabi Adam pun sangat gembira. Ia memberi nama perempuan itu Hawa. Kemudian  Nabi Adam dan  Hawa  menikah. Mereka tinggal di surga dengan bahagia mereka dapat makan dan minum dengan sepuas-puasnya. Hanya  saja   Allah  melarang  mereka   mendekati suatu pohon, yaitu pohon khuldi. Hal ini  sesuai dengan Al- Quran  Surat Al A’Raaf  ayat  19  ( Allah berfirman) Hai Adam bertempat  tinggallah  kamu  dan bersama isteri di surga  serta  makanlah kamu berdua  dengan buah-buahan di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim.

Dendam Iblis Kepada Hawa

Al-Quran surat Al-A’raaf ayat 18 menyatakan bahwa iblis terusir dari surga dalam kondisi terhina. Setelah diusir dari surga, iblis bersumpah akan menyesatkan nabi Adam dan keturunannya. Mereka akan menggoda  manusia hingga banyak manusia yang tidak bersyukur kepada Allah. Hal itu dilakukan dengan membujuk manusia agar meninggalkan jalan yang lurus. Pada akhirhirnya manusia sanggup berbuat kerusakan di muka bumi. Sebenarnya Allah telah memberikan penangkal bagi tipu muslihat iblis, yaitu akal. Dengan akal, manusia akan dibimbing pada petunjuk-petunjuk Allah, siapa saja yang mengikuti petunjuk Allah, mereka senantiasa akan berada dalam jalan Allah dan siapa saja yang tidak mengikuti petunjuk Allah mereka akan menjadi pengikut iblis. Tempat bagi mereka adalah neraka jahanam.

Iblis pun semakin dendam kepada Adam. Ia berpikir keras untuk mencarai kelemahan Adam. Akhirnya iblis mengetahui kelemahan Adam. Adam dan keturunannya memiliki nafsu yang sangat beragam, dengan melalui nafsu sehingga iblis berpeluang menyesatkan manusia. Oleh karena itu kita harus mengendalikan  nafsu dengan akal dan petunjuk Allah.

Keberhasilan Iblis Menggoda Adam Dan Hawa

Allah juga memberi peringatan kepada nabi Adam dan Hawa untuk menjauhi iblis. Allah berfirman “ Hai Adam”, sesungguhnya iblis itu adalah musuh bagimu dan bagi isterimu. Jangan sampai ia  mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka ( dalam Al –Quran surat Thaha ayat 117 ). Pada  suatu  ketika  iblis berhasil menemui nabi Adam dan  Hawa  disurga  dan  iblis   berkata “Wahai Adam , sesungguhnya aku ini termasuk penasihatmu”. Iblis menunjukan pohon yang buahnya sangat lezat lalu membujuknya. Bila engkau memakan buahnya engkau akan tinggal selamanya di surga Nabi Adam bertanya “buah apakah yang kau maksudkan? Iblis menunjuk ke arah pohon khuldi. Adam mengetahui bahwa iblis telah berusaha untuk menggodanya.

Nabi Adam dan Hawa  segera menjauhi iblis. Bujukan iblis kepada nabi Adam dan Hawa juga dijelaskan dalam ayat – ayat Al-Quran .Salah satunya adalah surat Al A’raaf ayat 20. Meskipun telah gagal, iblis tidak puas dan tidak berputus asa unrtuk membujuk nabi Adam dan Hawa, dan berbagai usaha dan cara terus dilakukan iblis menyadari bahwa nabi Adam dan Hawa memiliki berbagai kelemahan. Salah satunya adalah sering terlupa. Oleh karena itu, iblis menanti waktu yang tepat ketika nabi Adam dan Hawa melupakan perintah Allah. Iblis tidak henti-hentinya menggoda nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah khuldi dengan menjanjikan akan menjadi malaikat dan akan kekal selalu di surga. Nabi Adam dan Hawa setelah itu mulai tergoda, akhirnya mereka memakan buah khuldi. Allah sangat mencela perbuatan nabi Adam dan Hawa dan menyesali atas perbuatan mereka.

Setelah memakan buah khuldi hilanglah pakaian mereka sehingga terlihat aurat mereka. Kemudian mereka menutupi aurat mereka dengan daun-daun surga dan menyesali perbuatan mereka. Kemudian Allah berfirman “ Bukankah aku telah melarangmu mendekati pohan khuldi itu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua? “ Nabi Adam berkata ; “Ya Tuhan kami telah menganiaya diri kami sendiri, jika engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”

Nabi Adam dan Hawa sangat bersedih serta air mata kedua mereka mengalir tiada berhenti. Allah memerintahkan  nabi Adam dan Hawa tinggal di bumi  sehingga mereka diturunkan  ke bumi. Nabi Adam dan Hawa tiada henti-hentinya memohon ampun kepada Allah. Kisah kemurkaan Allah kepada nabi Adam ada dalam Al- Quran surat Al A’raaf ayat 22 – 23, Sungguh setan itu adalah musuh yang nyata terhadap umat manusia. [Dunia Nabi]
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Penciptaan Hawa Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Penciptaan Hawa Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya