Kisah Kekhalifahan Pertama Abu Bakar

Dunia Nabi ~ Pada tahun kesebelas Hijriah, Rasulullah menderita sakit dan sakitnya cukup parah hingga Rasulullah tidak mampu menjadi imam saat kaum muslim shalat berjamaah. Ketika itu, Rasulullah memerintahkan Abu Bakar sebagai imam dalam shalat berjamaah. Pada usia 63 tahun, tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, Rasulullah wafat di rumah Aisyah. Saat itu, seluruh kaum muslim merasakan kesedihan yang sangat mendalam. Begitu pula dengan Abu Bakar, ia sangat sedih Karena orang yang sangat dikasihinya pergi. Dengan sedih, ia mencium dahi Rasulullah SAW.


Setelah Rasulullah wafat, Abu Bakar ditunjuk oleh kaum muslim sebagai khalifah pertama. Ketika itu, ia naik mimbar dan berpidato, “Wahai kaum muslim, kalian telah mengangkatku sebagai pemimpin kalian, padahal aku bukanlah yang terbaik diantara kaum muslim. Kejujuran adalah amanah, sedangkan dusta adalah khianat. Jika aku salah, luruskanlah. Taatilah aku, selama aku menaati Allah SWT dan Rasul-Nya. Jika aku tidak taat kepada-Nya, tidak ada keharusan bagi kalian untuk menaatiku”. Demikianlah Abu Bakar yang berakhlak mulia memimpin umat muslim.

Pada masa pemerintahan Abu Bakar, muncul orang yang mengaku sebagai nabi baru. Ia bernama Musailamah Al-Kadzab. Musailamah tidak sendirian, ia memiliki banyak pengikut. Karena peringatan Abu Bakar dan para sahabat tidak dipedulikan, Abu Bakar membentuk pasukan untuk menumpas Musailamah dan pengikutnya. Pasukan itu dipimpin oleh Ammar bin Yasir. Musailamah dan pengikutnya pun juga bersiap diri menghadapi pasukan muslim. Pertempuran antara kedua pihak berlangsung sangat hebat.

Jumlah pasukan muslim lebih sedikit dibandingkan pasukan Musailamah. Hal itu membuat pasukan muslim merasa akan kalah. Namun, Ammar bin Yasir segera bertindak. Ia naik ke atas bukit dan berteriak untuk menyemangati anak buahnya. Pasukan muslim pun menjadi bersemangat dan maju menyerang pasukan Musailamah. Akhirnya, pasukan muslim mampu mengalahkan pasukan Musailamah. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, pasukan muslim juga bertempur melawan pasukan Persia. Ketika itu, kekuasaan kekhalifahan Islam sudah semakin luas. Hal ini membuat kerajaan Persia merasa terancam. Mereka banyak melakukan gangguan terhadap kaum muslim. Pertempuran antara Persia dan tentara Muslim tidak dapat terhindar lagi. Ketika itu, pasukan muslim mampu mengalahkan pasukan Persia.

Wasiat Terakhir Abu Bakar ra

Masa pemerintahan Abu Bakar berlangsung cukup singkat. Ketika itu, Abu Bakar memimpin kaum muslim hanya sekitar dua tahun. Setelah lima belas hari menderita sakit, Abu Bakar wafat pada tanggal 21 Jumadil Akhir tahun 13 Hijriah dalam usia 61 tahun. Sebelum wafat, Abu Bakar berkata kepada putrinya, Aisyah. “Wahai Aisyah, tidak ada harta yang ayah tinggalkan. Hanya ada seekor unta dan sehelai tikar. Serahkan semua itu kepada Umar bin Khattab”.

Menjelang wafatnya, Abu Bakar juga dikunjungi beberapa sahabat. Salman Al-Farisi yang menjenguknya meminta Abu Bakar berwasiat. Abu Bakar berkata, “Allah SWT telah membuka semua isi dunia kepadamu. Janganlah kamu mengambilnya selain yang sampai kepadamu. Ketahuilah, barangsiapa mengerjakan shalat shubuh, ia berada dalam tanggungan Allah SWT. Janganlah engkau menghina Allah SWT sementara engkau berada dalam tanggungan-Nya. Jika engkau melakukan hal itu, Allah akan menelungkupkan wajahmu ke dalam neraka”.

Ketika kondisinya semakin mengkhawatirkan, para sahabat meminta Abu Bakar menunjuk seseorang yang menggantikan dirinya sebagai khalifah. Abu Bakar menyebut nama Umar bin Khattab. Para sahabat pun berkomentar, “Engkau memilih orang yang kasar dan berhati keras. Apa yang akan engkau katakana kepada Tuhanmu nanti ?”. “Aku akan mengatakan bahwa aku memilih makhluk-Nya yang terbaik”. Setelah itu, Abu Bakar meminta seseorang untuk memanggilkan Umar bin Khattab. Setelah Umar berada di hadapannya, Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya, Allah tidak menerima amalan sunnah sebelum amalan fardhu dilaksanakan. Timbangan amal seseorang akan menjadi berat jika ia mengikuti jalan yang benar. Hanya dengan mengikuti jalan yang benar yang dapat memberatkan timbangannya. Timbangan amal seseorang akan menjadi ringan jika ia melaksanakan kejahatan di dunia. Hanya kejahatan di dunia yang dapat meringankan timbangannya”.

Abu Bakar melanjutkan wasiatnya, “Allah SWT menurunkan ayat rahmat dan ayat azab agar setiap mukmin gembira sekaligus takut. Dengan demikian, kedua tangannya tidak akan membawanya pada kebinasaan”. Demikianlah sebagian wasiat Abu Bakar dan semoga Allah menempatkannya di surga.
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Kekhalifahan Pertama Abu Bakar Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Kekhalifahan Pertama Abu Bakar Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya