Kisah Hamzah Bin Abdul Muthalib

Dunia Nabi ~ Hamzah bin Abdul Muthalib adalam paman Nabi Muhammad yang paling muda. Sejak kecil, ia merupakan teman bermain Nabi Muhammad. Saat menginjak dewasa, Hamzah berkawan baik dengan Muhammad. Lebih dari itu, Hamzah sangat mengagumi dan menyayangi Nabi Muhammad karena akhlak Nabi Muhammad yang mulia. Saat usia muda, ia sering kali berburu di sekitar wilayah Mekkah. Pada suatu masa, orang-orang Quraisy banyak membicarakan tentang agama baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Ketika itu, pengikut ajaran baru ini semakin banyak.


Para pemimpin Quraisy merasa risau dengan perkembangan ajaran itu. Mereka beranggapan ajaran Nabi Muhammad dapat merusak persatuan kaum Quraisy. Para pemimpin Quraisy juga menuding Nabi Muhammad sebagai penyebar ajaran palsu. Namun Hamzah berpendapat lain. Menurut Hamzah, Muhammad adalah orang yang terkenal karena kejujurannya. Jadi, Muhammad tidak mungkin membuat kisah-kisah palsu. Pemimpin Quraisy memutuskan untuk menyiksa para pengikut ajaran Nabi Muhammad.

Pada suatu sore, Hamzah kembali ke kota Mekkah dari berburu. Saat sampai di kota Mekkah, ia bertemu seorang perempuan. Perempuan tersebut member tahu bahwa Abdul Hakam bin Hasyim (Abu Jahal) telah memaki-maki Nabi Muhammad dengan makian keji. Masih menurut perempuan itu, Nabi Muhammad tidak membalas makian Abu Jahal, hanya terdiam saja. Mendengar hal itu, Hamzah sangat marah. Ia bertekad membalas perbuatan Abu Jahal. Hamzah pergi mencari Abu Jahal ke sana ke sini. Setelah beberapa lama mencari, Hamzah menemukan Abu Jahal sedang berkumpul dengan teman-temannya. Tanpa berkata sepatah pun, Hamzah memukul kepala Abu Jahal dengan busur panahnya. Darah bercucuran dari kepala Abu Jahal. Hamzah berkata dengan lantang, “Mengapa engkau memaki Muhammad ? Ketahuilah, aku sekarang memeluk agama Islam”. Teman-teman Abu Jahal pun bermaksud mengeroyok Hamzah. Namun, Abu Jahal mencegah mereka.

Setelah itu, Hamzah kembali ke rumahnya. Ia tidak tenang dan keheranan, “Mengapa aku tiba-tiba mengumumkan diriku memeluk agama Islam di depan banyak orang ? Apakah aku benar-benar telah memeluk agama islam ?”. ia menjadi bimbang untuk memeluk agama Islam. Kemudian, ia pergi ke Ka’bah, di samping Ka’bah, Hamzah berdoa agar Allah melapangkan dadanya untuk menerima kebenaran. Ternyata Allah mengabulkan doa Hamzah. Hamzah menjadi yakin dengan ajaran Nabi Muhammad. Saat bertemu Nabi Muhammad, Hamzah menceritakan peristiwa yang dialaminya. Kemudian, Nabi Muhammad berdoa kepada Allah agar hati Hamzah diteguhkan dalam agama Islam. Sejak itu, Hamzah memeluk agama Islam dan bertekad membela agama Islam dengan jiwa dan raganya.

Mati Syahidnya Hamzah bin Abdul Muthalib

Pada suatu ketika, Jabir atau Jubair bin Mut’im memanggil budaknya yang bernama Wahsyi bin Harb. Jabir berkata, “Jika kamu dapat membunuh Hamzah, paman Muhammad, aku akan memerdekakan kamu”, jabir bin Muth’im menyimpan rasa dendam kepada kaum muslim karena pamannya mati terbunuh pada perang Badar. Saat tentara Quraisy bergerak ke medan perang Uhud, Wahsyi turut serta dalam barisan tentara Quraisy. Di medan perang, Wahsyi mencari-cari Hamzah. Wahsyi melihat Hamzah sedang memerangi tentara Quraisy. Ia menyerang musuhnya bagaikan unta yang sedang mengamuk. Wahsyi bersembunyi di balik batu. Ia bersiap untuk menyerang Hamzah dengan lembingnya. Saat waktu yang tepat, Wahsyi melemparkan lembingnya ke arah Hamzah. Tubuh Hamzah pun tertembus oleh lembing Wahsyi. Hamzah melihat ke arah Wahsyi dan hendak menyerang Wahsyi. Namun, Hamzah sudah tidak berdaya dan ambruk ke tanah. Hamzah gugur di tangan Wahsyi. Wahsyi meninggalkan Hamzah dan kembali ke perkemahan tentara Quraisy. Saat tentara Quraisy kembali ke Mekkah dengan membawa kemenangan, Wahsyi juga ikut kembali ke Mekkah. Ia pun dimerdekakan oleh Jabir bin Muth’im.

Setelah peperangan berakhir, Rasulullah pergi ke medan Uhud. Di sana, ia mencari-cari Hamzah. Seseorang mengatakan bahwa ketika peperangan berlangsung ia melihat Hamzah berperang di dekat pohon. Orang itu juga mengatakan bahwa Hamzah bertarung dengan terus mengatakan bahwa dirinya adalah singa Allah dan singa Rasul-Nya. Rasulullah pun pergi ke tempat yang dimaksud. Di tempat itulah, Rasulullah menemukan jasad Hamzah. Rasulullah menangis ketika melihat jasad Hamzah yang dicincang. Waktu berlalu dan tiba saatnya Rasulullah dan kaum muslim menaklukkan kota Mekkah. Saat itu Wahsyi pergi meninggalkan kota Mekkah menuju Thaif. Ajaran Islam terus berkembang hingga ke Thaif. Saat itu penduduk Thaif berbondon-bondong pergi ke Mekkah untuk menemui Rasulullah. Wahsyi kebingungan dan sempat berpikir untuk pergi ke Syam. Namun, seseorang menasihatinya. Orang itu mengatakan bahwa Rasulullah tidak akan membunuh orang yang memeluk agama Islam. Wahsyi pun pergi ke Mekkah.

Saat bertemu dengan Rasulullah, Wahsyi mengucapkan kalimat syahadat. Setelah Wahsyi memberitahukan namanya, Rasulullah jadi mengetahui bahwa dialah pembunuh paman tercintanya. Kemudian Rasulullah meminta Wahsyi menceritakan dari awal hingga akhir peristiwa terbunuhnya Hamzah. Rasulullah menangis mendengar cerita Wahsyi. Rasulullah berkata, “Aku telah memaafkan dirimu. Namun, alihkan wajahmu dari pandanganku karena engkau mengingatkan aku kepada pamanku, Hamzah”. Sejak itu, Wahsyi tidak pernah berhadapan langsung dengan Rasulullah hingga Rasulullah wafat. Suatu masa, kaum muslim memerangi nabi palsu bernama Musailamah. Wahsyi juga turut serta, saat itu Wahsyi berhasil membunuh Musailamah dengan menggunakan lembing yang dahulu digunakan untuk membunuh Hamzah. Wahsyi berharap agar Allah mengampuni dosanya karena telah membunuh Hamzah.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Hamzah Bin Abdul Muthalib Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Hamzah Bin Abdul Muthalib Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya