Kisah Teladan Abu Bakar Membebaskan Bilal

Dunia Nabi ~ Bilal bin Rabah adalah budak Habsyi milik Umaiyah bin Khalaf. Ia memeluk agama Islam secara diam-diam. Umaiyah pun tidak mengetahui bahwa Bilal telah memeluk agama Islam. Pada suatu ketika orang-orang Quraisy melakukan penangkapan dan penyiksaan kepada para pengikut Nabi Muhammad. Salah satu yang ditangkap dan disiksa adalah Ammar.


Ketika itu, Umaiyah dan beberapa pemimpin Quraisy turut serta menyiksa Ammar. Bilal juga hadir ditempat itu. Pemimpin-pemimpin Quraisy dan Umaiyah memaksa Ammar agam kembali memeluk agama nenek moyang yang menyembah berhala. Namun, Ammar menolaknya. Penyiksaan pun semakin ditingkatkan. Umaiyah memberikan cemeti kepada Bilal. Bilal disuruh untuk memukul Ammar dengan cemeti itu. Bilal memegang cemeti itu dengan perasaan yang tidak menentu. Akhirnya, Bilal membuang cemeti itu. Ammar pun terkejut, ia segera mengambil cemeti itu dan diserahkan kepada Bilal. Ia meminta Bilal memukul dirinya. Hal itu ia lakukan agar rahasia Bilal tidak terbongkar. Namun, Bilal tetap tidak mau memukulkan cemeti itu ke tubuh Ammar.

Umaiyah yang mengetahui bahwa Bilal telah memeluk agama Islam menjadi marah. Ia juga merasa malu karena budaknya telah memeluk agama Islam. Apalagi hal itu ia ketahui di hadapan para pemimpin Quraisy. Dengan terbongkarnya rahasia Bilal, para pemimpin Quraisy dan Umaiyah pun menyiksa Bilal. Bilal dibawa ke padang pasir yang sangat panas. Di sana ia disiksa, setelah penyiksaan dilakukan, Bilal diminta untuk kembali pada agama nenek moyangnya.

Namun dengan tegas, Bilal menolaknya, hal itu membuat pemimpin Quraisy semakin marah dan meningkatkan penganiayaannya. Kemudian Bilal dibaringkan di padang pasir yang panas tanpa pakaian. Saat itulah Umaiyah memerintahkan orang-orang mengangkat batu besar dan diletakkan di atas tubuh Bilal. Hal itu semakin membuat Bilal tak berdaya. Umaiyah meminta Bilal untuk mengakui tuhan-tuhan Latta dan Uzza. Namun, Bilal hanya terus-menerus menyebut “Ahad…Ahad…Ahad” (Allah Yang Maha Esa). Hal itu semakin membangkitkan amarah Umaiyah. Ia pun kembali menyiksa Bilal.

Tiba-tiba Abu Bakar datang dan berkata, “Apakah engkau mau membunuhnya hanya karena ia mengatakan bahwa Tuhannya adalah Allah ?” Dengan uang yang ada di tangannya, Abu Bakar menyerahkan uangnya kepada Umaiyah. Umaiyah pun senang karena budaknya dibeli dengan harga tinggi. Kemudian, Abu Bakar memerdekakan Bilal.

Meskipun Umaiyah menjualnya dengan harga yang lebih tinggi, Abu Bakar akan tetap membelinya. Abu Bakar melakukannya bukan karena ada yang meminta. Ia semata-mata hanya ingin mencari ridha Allah SWT. Dalam surat Al-Lail ayat 19-21, Allah memuji kedermawanan Abu Bakar. Dalam ayat-ayat itu juga, Allah menjanjikan balasan bagi kebaikan Abu Bakar. “Padahal tidak ada seorangpun memberikan suatu nikmat kepadanya yang harus dibalasnya, tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridhaan Tuhannya Yang Maha Tinggi” (QS. Al-Lail : 19-20).
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Teladan Abu Bakar Membebaskan Bilal Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Teladan Abu Bakar Membebaskan Bilal Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya