Prasangka Buruk Berbuah Hidayah

Dunia Nabi ~ Tahun 2007 aku lulus sekolah Menengah Pertama (SMP), namun karena kendala biaya pendidikan aku tidak mampu untuk melanjutkan ke SMU dan tak bisa merasakan pendidikan lebih tinggi. 


Setiap hari, rutinitasnya hanya menjalankan pekerjaan harian di rumah dan membantu orang tua, khususnya ibu yang bekerja sebagai pedagang sayuran di pasar.

Kebetulan ibu adalah istri kedua ayahku. Meski demikian, kami memiliki hubungan keluarga yang baik dan jarak rumah kami berdekatan.   

Kala itu penggunaan jilbab di kampung masih sangat aneh, padahal, kakak perempuanku telah menggunakan jilbab pendek/ kecil. Bahkan diriku juga masih asing akan hal itu.

Suatu ketika, aku mendengarkan siaran radio FM yang diselingi beberapa iklan. Ada satu hal yang membuatku tertarik dari salah satu iklan tersebut, yaitu iklan busana muslimah.

Entah, tiba-tiba aku tertarik dan mencatat alamat lengkap iklan tersebut. Berkali-kali aku mencocokkan alamat tersebut setiap kali iklan busana itu kembali disiarkan.

Rasa penasaran di dalam hati semakin mendesak untuk segera menemukan alamat itu. Aku yakin nama jalan yang tertera sudah jelas, sehingga tukang becak akan langsung mengetahui alamat yang kami akan tuju. Setelah  menanyakan kepada orang-orang yang berada dipinggiran jalan mengenai letak toko busana dimaksud, maka beberapa menitpun tiba ke tempat tersebut

Aku bersama kakakku langsung menuju toko dan memberi salam kepada pemiliknya. Setelah berulang dua kali, keluarlah seorang ibu paruh baya dan menyampaikan jika penjual jilbab adalah anaknya yang saat itu sedang keluar karena ada keperluan.

Sambil menunggu, kamipun melihat-lihat busana yang ada. Ada beberapa busana yang begitu asing bagiku dengan bentuk jilbab begitu besar plus cadarnya.

Mengapa aku mengatakan sangat asing? Sebab di daerahku perempuan masih terbilang sedikit yang menggunakannya. Bahkan akupun memiliki prasangka buruk bagi mereka yang menggunakannya hingga berusaha  untuk menghindar apabila dari kejauhan terlihat sosok perempuan yang bercadar. Menghindarinya agar tidak berpapasan dengannya.

Sekitar 15 menit menunggu, sang pemilik toko datang  bersama suami dan anak-anaknya dengan kendaraan roda dua. Ketika aku menoleh padanya, betapa tersentak dan merasa ingin menghilang dari tempat itu seketika. Sebab wanita penjual busana ini rupanya berbusana lengkap dengan cadarnya. Tapi entahlah kaki ini seakan tetap bertahan dari tempat itu.

Wanita bercadar itupun memberi  Salam  dan kami menyambutnya dengan jawaban salam pula. Badan ini sudah keringat dingin rasanya. Inilah untuk pertama kali aku berinteraksi langsung dengan sosok wanita dengan pakaian yang kuanggap asing dihadapanku.

Anehnya, wanita itu menyambutku dengan penuh kehangatan dan membuatku lebih tenang. Iapun mempersilakan kami beristirahat sejenak.

Setelah menanyakan asal kami yang jaraknya sekitar satu jam dalam perjalanan, rupanya adzan Dzuhur berkumandang. Dengan sigap wanita itu mempersiapkan tempat dan alat shalat buat kami. Setelah shalat Dzuhur, kamipun dipersilakan mencicipi beberapa makanan yang telah dihidangkan.

Secara perlahan-lahan prasangka negatif yang selama ini bergelayut perlahan sirna  oleh keramahannya pada kami. Ia menjamu kami sebagai pembeli, sekaligus tamu baginya. Setelah hajat kami terpenuhi dan membayar baju yang kami beli, ia pun tidak lupa menanyakan nomor kontak. Dan kamipun saling bertukar nomor ponsel.

Sejak perkenalan itu, handphone ku sering SMS berisi nasihat-nasihat, selang beberapa bulan kemudian, datanglah  ajakan untuk mengikuti kajian yang ditawarkannya padaku.

Entah mengapa akupun menyambut baik ajakkannya. Memasuki tahun kedua mengikuti kajian yang diadakan sekali dalam sepekan, perlahan hidayah menyapa sehingga akupun memutuskan mengenakan pakaian muslimah sesuai yang disyariatkan.

Aku merasakan perubahan yang lebih baik pada diriku setelah mengenal  orang-orang yang senantiasa menjaga dirinya sebagai seorang perempuan. Aku banyak beristighfar akan prasangka selama ini pada mereka yang telah menjaga iffah-nya Astaghfirullah. Kisah sahabat masa SD.


loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Prasangka Buruk Berbuah Hidayah Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Prasangka Buruk Berbuah Hidayah Sebagai sumbernya

0 Response to "Prasangka Buruk Berbuah Hidayah"

Post a Comment

Kisah Nabi Lainnya