Dunia Nabi ~ Sebutlah Parman, tukang becak di kota Solo, yang sekilas tampak biasa bahkan sama dengan para becak pada umumnya. Namun berbeda bagi orang yang pernah menggunakan jasa kayuhnya.
Mimpinya besar, bahkan mungkin kebesaran bagi orang yang berprofesi sebagai tukang becak dengan tekadnya ingin berhaji. Cemooh, sendiri hingga olokan menjadi menu yang biasa dicicipinya.
Kedua, setiap Jum’at Parman membebaskan siapapun yang menggunakan jasa tenaganya. Apa yang dilakukan inipun mendapatkan nyinyiran dengan Sok kaya. Hidup susah aja belagu pake gratis – gratisan.
Respon negatif dari sekeliling beliau tak menggeser ketangguhan prinsipnya sedikitpun. Bahkan tekadnya semakin keras laksana batu karang di lautan.
Saya ingin berbagi dengan tenaga yang kumiliki, Ujarnya singkat, tanpa bertele-tele, beretorika dan seminar, Parman telah mengajarkan tentang berbagi dan keteguhan.
Keterbatasan tidak menghalangi orang berbagi. Berbagi mengalirkan kemanfaatan kepada siapapun, berbagi menguatkan persaudaraan.
Berbagi melembutkan hati di antara manusia, berbagi yang lahir dari hati yang tulus akan memberikan ketenangan dan kedamaian.
Kesadaran berbagi, bergejolak saat prinsip dirinya belum tertunaikan, kesadaran berbagi terus eksisting saat keteguhan hatinya terpelihara secara baik dan tumbuh berkembang. Celoteh, cibiran hingga pujian yang tertuju pada dirinya tak menjadikan prinsipnya berkurang bahkan hilang.
Saat kita mampu menempatkan diri pada realitas kehidupan secara tepat dan benar, maka kesadaran berbagi dalam dirinya akan terpelihara.
Sebaliknya, jika salah, maka membawa dirinya terjerambab dalam kubangan ketidakpuasan dan enggan berbagi.
Saat kita susah, lihatlah orang yang jauh lebih susah. Saat kita kurang, saksikan orang-orang yang jauh lebih kurang. Saat kita sedih, masih banyak orang-orang disekitar kita yang jauh lebih sedih, karena dilanda musibah.
Bangkitkan dan tumbuhkan rasa syukur dalam diri maka akan membuatkan hidup lebih nikmat dan bermakna.
Kesyukuran akan terjaga jika keyakinan kita kepada Allah tinggi. Upaya untuk meningkatkan keyakinan kepada Allah harus menjadi menu wajib di kehidupan kita, salah satunya dengan berbagi.
Di samping penguatan ibadah, dzikir, ilmu dan lainnya kesyukuran atas guratan takdir atas kita akan menjaga keyakinan kita kepada Allah.
Siklus di atas menjadi alur penggerak dan penguat untuk mendongkrak kesadaran kita untuk berbagi. Jangan tunda dan jangan ragu untuk mengambil posisi terdepan dalam memberi kemanfaatan kepada sesama.
0 Response to "Keteguhan Semangat Berbagi Tukang Becak"
Post a Comment