Kisah Khubaib bin Adiy Sahabat Nabi Yang Pemberani

Dunia Nabi ~ Khubaib adalah salah seorang sahabat nabi yang pemberani dan berakhlak mulia, Ia sering menemui Rasulullah untuk meminta nasihat.


Ketika Perang Badar berkecamuk, Khubaib bin Adiy adalah salah seorang tentara muslim yang bersemangat memerangi musuh Allah. Dalam peperangan itu. Khubaib berhasil membunuh pimpinan Bani Harits, Al Harits bin Amir bin Naufal. Orang-orang Bani Harits mengetahui pembunuh pimpinan mereka. Mereka menyimpan dendam besar kepada Khubaib bin Adiy. Pada suatu waktu, Rasulullah memerintahkan sepuluh orang untuk memata-matai kaum Quraisy. Mereka dipimpin oleh Ashim bin Tsabit. Salah seorang dari mereka adalah Khubaib bin Adiy, ternyata perjalanan mereka telah diketahui oleh orang-orang dari Bani Haiyan dari Hudzail. Oleh karena itu, kekuatan orang Bani Haiyan berusaha menghadang Ashim dan pasukannya. Ketika itu, kekuatan Bani Haiyan jauh lebih besar, yaitu seratus pemanah piawai.

Ashim sebagai pemimpin pasukan sebenarnya telah mengetahui adanya musuh di dekat mereka. Oleh karena itu, ia memerintahkan pasukannya untuk menaiki bukit, mereka telah dikepung orang-orang dari bani Haiyan.  Pertempuran kedua belah pihak tidak terhindarkan orang-orang dari Bani Haiyan berhasil mengalahkan Ashim dan pasukannya. Ketika itu, tujuh orang dari pihak Ashim gugur dan tiga orang  ditawan. Di antara tiga orang yang selamat terdapat Khubaib bin Adit dan zaid dan seorang lainnya mati karena tidak menolak dibawa pergi.

Kemudian, mereka membawa Khubaib dan Zaid ke Mekkah, keduanya dijual kepada orang-orang Quarisy yang para pemimpin mereka banyak terbunuh oleh keduanya dalam Perang Badar.

Khubaib dibeli oleh keluarga dari Bani Al-Harits  bin Amir yang pemimpinnya (Harits bin Amir) telah dibunuh oleh Khubaib dalam Perang Badar. Sekalipun telah ditawan  dan dijadikan budak, Khubaib memegang teguh ajaran Islam, Khubaib juga bersabar atas segala penghinaan yang dilontarkan kepadanya. Akhirnya, mereka sepakat untuk membunuh Khubaib.

Orang-orang Quraisy membawa Khubaib ke Tan’im, daerah di luar Kota Mekkah, untuk di bunuh. Di sana, orang-orang Qurausy telah berkumpul, mereka telah menyiapkan salib dari kayu kurma. Kemudian , Khubaib di bawa ke tempat penyaliban. Ia tampak tenang, di depan salib, Khubaib berdiri dan meminta izin untuk melaksanakan shalat dua rakaat sebelum mereka membunuhnya. Sesudah selesai shalat, Khubaib berkata, “Demi Allah, Apabila bukan karena kalian menyangka  aku takut mati, niscaya aku akan malanjutkan shalatku.”

Ketika itu, Abu sufyan berkata, “Khubaib, apakah engkau rela bila Muhammad menggangtikan dirimu untuk disiksa di sini.?” Khubaib menjawab, “Demi Allah, Apabila saya berada dalam keadaan tenang dengan keluarga sekarang ini dan Muhammad tertusuk duri, aku sungguh tidak rela.” Perkataan Khubaib membuat orang-orang Quraisy marah.

Mereka menyiksa Khubaib dengan menyayat tubuhnya. Mereka juga memanah dan melemparkan tombak ke arah tubuh Khubaib. Mereka melakukannya agar khubaib  mati secara perlahan-lahan dan merasakan pedihnya siksaan dalam waktu yang lama. Akhirnya, Khubaib  yang menegakkan agama Allah menghembuskan napas terakhirnya. Semoga Allah, menempatkan dirinya di surga.

Oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Khubaib bin Adiy Sahabat Nabi Yang Pemberani Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Khubaib bin Adiy Sahabat Nabi Yang Pemberani Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya