Kisah Kemurahan Hati Mendatangkan Reziki

Dunia Nabi ~ Pada suatu ketika, ada seorang lelaki tua yang hidupnya miskin, walaupun miskin, ia sangat  dermawan, ia tinggal bersama istrinya dan anak-anaknya. Ia tidak pernah  menolak  pengemis yang datang meminta-minta. Bahkan ia rela memberikan baju hangatnya kepada orang yang membutuhkan. Padahal ia sendiri akhirnya  pulang ke rumahnya hanya mengenakan kain biasa.


Pada suatu hari di bulan Ramadhan, istrinya menyiapkan hidangan untuk berbuka puasa.Tiba-tiba, ada seorang pengemis datang ke rumahnya. Pengemis itu mengatakan bahwa ia  dan keluarganya  tidak memiliki  makanan untuk berbuka. Lelaki itu merasa tidak tengah melihat pengemis  itu. Diam-diam, dia memberikan makanan itu kepada pengemis tersebut.

Istrinya mengetahui hal tersebut, ia sangat marah kepada suaminya, ia berkata, ”Makanan untuk kita saja masih kurang mengapa kau berikan  makanan itu kepada pengemis itu?”. Suaminya hanya diam tanpa memberikan jawaban sepatah kata pun.

Tak lama kemudian, pintu rumahnya diketuk orang. Lelaki tua itu membuka pintu. Dia melihat seorang utusan dari keluarga terkaya di daerah itu. Utusan tersebut membawa berbagai makanan yang sangat lezat, utusan itu mengatakan bahwa keluarga  kaya itu mengundang jamuan makan untuk para pejabat tinggi dan orang-orang terpandang lainnya. Namun, tidak seorang pun bersedia datang.

Akhirnya,  hidangan itu dibagikan kepada orang-orang yang ditunjuk oleh keluarga itu. Lelaki tua yang miskin itu mendapat bagian yang lumayan banyak.

Dia sangat bersyukur atas reziki yang datang tidak terduga-duga itu. Akhirnya, dia dan keluarganya dapat menikmati hidangan  untuk berbuka puasa dengan makanan yang cukup lezat.

Sumber : Kisah Penyejuk Hati Islami
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Kemurahan Hati Mendatangkan Reziki Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Kemurahan Hati Mendatangkan Reziki Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya