Kisah Masa Kecil Nabi Ibrahim as

Kisah Masa Kecil Nabi Ibrahim ~ Pada masa kecilnya, Nabi Ibrahim tidak berbeda dengan anak-anak lainnya. Ia mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ibu dan ayahnya. Nabi Ibrahim dilahirkan pada sekitar tahun 2295 SM di Faddam A’ram, Babilonia. Sekarang ini, Babilonia adalah wilayah Irak. Ayah Nabi Ibrahim bernama Azar.


Ia adalah seorang pemahat batu berhala. Berhala pahatan Azar telah terkenal di wilayah Babilonia. Banyak orang datang ke tempat Azar untuk membeli berhala. Wilayah Babilonia adalah wilayah yang subur karena wilayah ini diapit oleh dua sungai besar, yaitu sungai Tigris dan sungai Eufrat. Mata pencaharian penduduk Babilonia adalah dibidang pertanian dan peternakan.

Pada masa itu, penduduk Babilonia adalah orang-orang yang menyembah berhala. Mereka menempatkan berhala di sana sini. Sekalipun berada di lingkungan para penyembah berhala, Nabi Ibrahim tidak ikut menyembah berhala. Allah telah memperlihatkan kepada Ibrahim tentang bukti-bukti kekuasaan Allah. Pada awalnya, Nabi Ibrahim merasa heran dengan ayah dan kaumnya yang menyembah berhala. “Mengapa mereka menyembah dan memohon pada berhala yang mereka buat sendiri ?” pikir Nabi Ibrahim.

Allah swt telah mengaruniakan iman dan tauhid kepada Nabi Ibrahim sejak masa kanak-kanak. Oleh karena itu, dia terpelihara dari perbuatan syirik terhadap Allah swt. Saat masih kecil, Nabi Ibrahim diminta oleh ayahnya untuk menjualkan patung-patung itu. Sebagai anak yang baik dan taat, Nabi Ibrahim tidak pernah membantah perintah ayahnya. Namun, Nabi Ibrahim tidak bersemangat dalam melakukannya. Ada kalanya Nabi Ibrahim mencela dan menertawakan patung-patung yang dijualnya. Ketika menjual patung-patung itu, Nabi Ibrahim menyeru kepada para pelanggannya, “Hai penduduk Babilonia, siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna dan bodoh ini ?” Kata-kata inilah yang selalu diucapkan oleh Nabi Ibrahim ketika menjual patung-patung ukiran ayahnya. Sebenarnya penduduk Babilonia merasa kesal dan tersinggung melihat ulah Ibrahim berjualan. Namun demikian, mereka tidak dapat menghukum Ibrahim karena Ibrahim masih dianggap terlalu kecil. Mereka menganggap Ibrahim sedang bergurau. Padahal gurauan seorang calon Nabi tidak sama dengan gurauan orang biasa yang tanpa manfaat. Gurauan Ibrahim justru menegakkan kebenaran.

Nabi Ibrahim Menolak Berhala

Sejak kecil, Nabi Ibrahim telah mengenal cara-cara pembuatan patung dari ayahnya. Meskipun demikian, tidak sedikit pun dia percaya dengan penyembahan yang dilakukan oleh masyarakat pada saat itu. Nabi Ibrahim tidak pernah sekali pun melakukan penyembahan. Nabi Ibrahim juga memperhatikan makhluk-makhluk di bumi, seperti bintang, langit, tumbuhan, dan hewan. Allah telah memasukkan pikiran dan perasaan iman kepada Allah ke dalam diri Nabi Ibrahim. Hal itu telah membuat Nabi Ibrahim menjadi yakin. Dalam Surat Al-An’aam ayat 75, Allah berfirman, “Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin”.

Nabi Ibrahim melakukan penentangan terhadap kebiasaan menyembah berhala. Suatu ketika, Nabi Ibrahim berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah, pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan ? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata”. Inilah penentangan pertama Nabi Ibrahim dalam hal penyembahan berhala. Ia pun terpelihara dari perbuatan syirik tersebut. [Dunia Nabi]
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Masa Kecil Nabi Ibrahim as Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Masa Kecil Nabi Ibrahim as Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya