Kisah Singkat Nabi Nuh AS

Dunia Nabi ~ Pada zaman dahulu, hiduplah seorang nabi yang mulia bernama Nabi Nuh AS. Beliau diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya yang telah jauh menyimpang dari jalan kebenaran.

Pada masa itu, banyak manusia menyembah berhala. Mereka membuat patung-patung dan menganggapnya sebagai sesuatu yang dapat memberikan manfaat atau pertolongan. Di antara nama-nama berhala yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah Wadd, Suwa', Yaghuts, Ya'uq, dan Nasr.


Nabi Nuh AS kemudian menyeru kaumnya agar kembali menyembah Allah SWT semata.

“Wahai kaumku, sembahlah Allah. Tidak ada Tuhan bagi kalian selain Dia.”

Nabi Nuh AS berdakwah dengan penuh kesabaran. Beliau menyeru kaumnya siang dan malam, secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi. Beliau mengingatkan mereka tentang azab Allah dan mengajak mereka memohon ampun agar mendapatkan rahmat-Nya.

Namun, kebanyakan kaumnya menolak.

Mereka justru mengejek Nabi Nuh AS dan menutup telinga mereka agar tidak mendengar dakwahnya. Sebagian bahkan menganggap Nabi Nuh AS sebagai orang yang sesat.

Nabi Nuh AS tetap bersabar. Beliau tidak berhenti mengajak mereka kepada kebenaran meskipun hanya sedikit yang beriman.

Perintah Membuat Kapal

Setelah bertahun-tahun berdakwah, Allah SWT memberitahukan kepada Nabi Nuh AS bahwa tidak akan ada lagi kaumnya yang beriman selain orang-orang yang telah beriman sebelumnya.

Allah kemudian memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membuat sebuah kapal.

Nabi Nuh AS mulai membuat kapal sesuai petunjuk Allah. Ketika kaumnya melihat beliau membuat kapal di tempat yang tidak biasa digunakan untuk berlayar, mereka kembali mengejeknya.

Namun Nabi Nuh AS tidak peduli dengan ejekan mereka. Beliau terus melaksanakan perintah Allah.

Datangnya Banjir Besar

Kemudian tibalah waktu yang telah ditentukan Allah.

Allah memerintahkan Nabi Nuh AS untuk membawa ke dalam kapal orang-orang yang beriman dan pasangan dari berbagai jenis makhluk yang telah ditentukan.

Ketika kapal telah siap, datanglah air yang sangat deras. Hujan turun dengan dahsyat dan air memancar dari bumi. Banjir besar pun melanda.

Nabi Nuh AS dan orang-orang beriman berada di dalam kapal.

Kapal itu berlayar di tengah gelombang yang sangat besar, seperti gunung-gunung.

Di antara keluarga Nabi Nuh AS terdapat seorang anak beliau yang tidak beriman. Nabi Nuh AS masih berharap anaknya mau mengikuti keselamatan yang Allah berikan.

Beliau memanggilnya:

“Wahai anakku, naiklah bersama kami dan janganlah engkau bersama orang-orang kafir.”

Namun anak itu menolak. Ia berkata bahwa dirinya akan berlindung di sebuah gunung yang menurutnya dapat menyelamatkannya dari air bah.

Nabi Nuh AS menjawab bahwa pada hari itu tidak ada yang dapat menyelamatkan seseorang dari ketetapan Allah, kecuali orang yang mendapatkan rahmat-Nya.

Kemudian gelombang besar memisahkan mereka.

Anak Nabi Nuh AS pun termasuk orang-orang yang tenggelam karena tidak beriman kepada Allah.

Kapal Berhenti

Banjir akhirnya surut setelah Allah SWT memerintahkannya.

Kapal Nabi Nuh AS kemudian berlabuh di Gunung Judi.

Allah menyelamatkan Nabi Nuh AS dan orang-orang yang beriman bersamanya.

Setelah itu, mereka keluar dari kapal dan memulai kehidupan baru.

Nabi Nuh AS kemudian memuji dan bersyukur kepada Allah SWT atas keselamatan yang diberikan.

Pelajaran dari Kisah Nabi Nuh AS

Kisah Nabi Nuh AS mengajarkan banyak hal kepada umat Islam.

Pertama, pentingnya kesabaran dalam berdakwah. Nabi Nuh AS berdakwah dalam waktu yang sangat panjang, tetapi beliau tidak menyerah meskipun banyak yang menolak.

Kedua, hidayah adalah milik Allah. Bahkan seseorang yang memiliki hubungan keluarga dengan seorang nabi tidak otomatis menjadi orang beriman. Yang menentukan keselamatan adalah iman dan ketaatan kepada Allah.

Ketiga, jangan meremehkan perintah Allah. Nabi Nuh AS tetap membuat kapal meskipun diejek oleh kaumnya karena beliau yakin bahwa perintah Allah pasti benar.

Keempat, kesombongan dapat membawa kehancuran. Kaum Nabi Nuh AS menolak kebenaran karena kesombongan mereka, hingga akhirnya datang azab Allah.

Kelima, keselamatan sejati berasal dari Allah. Bukan kekuatan, kekayaan, kedudukan, ataupun perlindungan manusia yang dapat menyelamatkan seseorang dari ketetapan Allah.

Kisah Nabi Nuh AS adalah kisah tentang kesabaran, keteguhan iman, ketaatan, dan pentingnya kembali kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman bahwa Nabi Nuh AS adalah seorang hamba yang banyak bersyukur. Semoga kita dapat meneladani kesabaran dan keteguhan beliau dalam menjalani kehidupan.

Wallahu a'lam bish-shawab.

Kisah ini terutama merujuk pada kisah Nabi Nuh AS dalam QS. Hud 25–49, QS. Al-Mu'minun 23–30, QS. Nuh 1–28, dan QS. Al-Qamar 9–17.

loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Singkat Nabi Nuh AS Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Singkat Nabi Nuh AS Sebagai sumbernya

0 Response to "Kisah Singkat Nabi Nuh AS"

Post a Comment

Kisah Nabi Lainnya