Hamba Allah yang Teguh di Tengah Ujian
Pada zaman yang sangat jauh sebelum kita, hiduplah seorang lelaki saleh bernama Dāniyal عليه السلام. Menurut sebagian ulama, beliau adalah seorang nabi Allah. Namun, para ulama juga menjelaskan bahwa kisah tentang beliau tidak memiliki rincian yang lengkap dalam Al-Qur’an dan hadis sahih.
Dāniyal hidup pada masa ketika banyak manusia telah jauh dari ajaran tauhid. Kekuasaan, harta, dan kedudukan menjadi sesuatu yang sangat diagungkan. Banyak orang takut kepada raja dan penguasa, tetapi sedikit yang benar-benar takut kepada Allah.
Berbeda dengan mereka, Dāniyal tetap memegang teguh keimanannya.
Nabi Danial Seorang hamba yang dekat dengan Allah
Sejak muda, Dāniyal dikenal sebagai seseorang yang memiliki ilmu dan kebijaksanaan. Ia tidak menggunakan ilmunya untuk membanggakan diri.
Jika mendapatkan pujian, ia mengingat bahwa semua ilmu berasal dari Allah.
Jika menghadapi kesulitan, ia berdoa kepada Allah.
Jika mendapatkan kenikmatan, ia bersyukur kepada Allah.
Hatinya tidak bergantung kepada manusia.
Suatu hari, seorang penguasa menghadapi sebuah persoalan yang tidak mampu dijawab oleh para ahli di istananya. Mereka mencari seseorang yang dapat menjelaskan perkara tersebut.
Dengan izin Allah, Dāniyal mampu memberikan penjelasan.
Orang-orang pun kagum kepadanya.
Namun Dāniyal berkata dalam hatinya,
"Ilmu ini bukan karena kekuatanku. Allah-lah yang memberikan ilmu kepada siapa yang Dia kehendaki."
Ia tidak menjadikan ilmu sebagai alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain.
Orang-orang yang iri
Tidak semua orang senang melihat Dāniyal dihormati.
Sebagian orang merasa iri.
Mereka berpikir, "Mengapa Dāniyal mendapatkan kedudukan seperti itu?"
Mereka kemudian mencari-cari kesalahan Dāniyal. Tetapi mereka tidak menemukan kejahatan dalam dirinya.
Dāniyal tidak suka berbuat zalim.
Ia tidak berdusta.
Ia tidak mengkhianati amanah.
Ia tidak meninggalkan ibadah kepada Allah.
Akhirnya, orang-orang yang iri itu menggunakan sesuatu yang justru menjadi kekuatan Dāniyal: ketaatannya kepada Allah.
Mereka membuat rencana agar Dāniyal dihukum karena tetap beribadah kepada Allah dan tidak mengikuti kehendak mereka.
Ujian yang sangat berat Nabi Danial
Dāniyal menghadapi pilihan yang berat.
Ia bisa saja menyelamatkan dirinya dengan meninggalkan ibadah.
Ia bisa saja berpura-pura mengikuti mereka.
Ia bisa saja takut kepada manusia.
Tetapi Dāniyal memilih untuk tetap taat kepada Allah.
Ia mengetahui bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Ia juga mengetahui bahwa manusia mungkin dapat menyakiti tubuhnya, tetapi tidak akan mampu mengambil keimanannya kecuali jika ia sendiri menyerahkannya.
Maka Dāniyal tetap beribadah.
Ia berdoa.
Ia berserah diri kepada Allah.
Dan akhirnya, ia dijatuhi hukuman yang mengerikan.
Nabi Danial Di Dalam Lubang Singa
Dāniyal dimasukkan ke dalam sebuah lubang yang berisi singa.
Bayangkan keadaan malam itu.
Gelap.
Sunyi.
Di sekelilingnya terdapat binatang-binatang buas.
Secara manusiawi, tidak ada alasan untuk merasa aman.
Tetapi Dāniyal tidak sendirian.
Ia memiliki Allah.
Ia mengangkat kedua tangannya dan memohon pertolongan kepada Rabb-nya.
Ia tidak mengetahui bagaimana pertolongan Allah akan datang.
Ia hanya yakin bahwa Allah mengetahui keadaannya.
Singa-singa berada di dekatnya.
Namun Allah menjaga Dāniyal.
Binatang-binatang itu tidak menyakitinya.
Malam berlalu.
Dan Dāniyal tetap berada dalam perlindungan Allah.
Pertolongan Allah untuk Nabi Daniel
Pada akhirnya, pertolongan Allah datang.
Orang-orang yang sebelumnya mengira Dāniyal telah mati mendapati sesuatu yang membuat mereka terkejut.
Dāniyal masih hidup.
Ia keluar dari tempat tersebut dalam keadaan selamat.
Bagi orang-orang yang menyaksikannya, kejadian itu menjadi pelajaran besar:
Manusia boleh memiliki kekuasaan, tetapi kekuasaan Allah jauh lebih besar.
Manusia boleh membuat rencana, tetapi Allah memiliki ketetapan-Nya sendiri.
Dan seorang mukmin tidak boleh berputus asa dari pertolongan Allah.
Setelah keluar dari ujian
Dāniyal tidak membalas kejahatan dengan kesombongan.
Ia tidak berkata,
"Lihatlah, aku lebih kuat daripada kalian."
Ia justru semakin menyadari bahwa dirinya hanyalah seorang hamba.
Keselamatannya bukan karena kekuatannya.
Bukan karena kecerdasannya.
Bukan karena kedudukannya.
Tetapi karena pertolongan Allah.
Itulah sebabnya kisah Dāniyal dikenang sebagai kisah tentang keteguhan iman dan tawakal kepada Allah.
Baca juga : Kisah Lengkap Nabi Syits AS
Pelajaran Dari Kisah Nabi Danial
Anak-anak, terkadang kita juga menghadapi "singa" dalam kehidupan.
Singa itu mungkin berupa rasa takut.
Mungkin berupa masalah di sekolah.
Mungkin berupa orang yang mengganggu kita.
Mungkin berupa kesulitan keluarga.
Mungkin juga berupa godaan untuk melakukan sesuatu yang Allah tidak sukai.
Ketika itu terjadi, ingatlah Dāniyal.
Jangan langsung menyerah.
Berdoalah kepada Allah.
Tetaplah melakukan kebaikan.
Dan jangan meninggalkan iman hanya karena takut kepada manusia.
Sebab Allah melihat kita ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Allah mengetahui air mata yang tidak kita ceritakan kepada siapa pun.
Allah mengetahui ketakutan yang kita sembunyikan di dalam hati.
Dan Allah mengetahui setiap usaha seorang hamba yang berusaha tetap berada di jalan-Nya.
Penutup
Malam itu, Dāniyal tidur dalam keadaan selamat setelah melewati ujian yang sangat berat.
Kisahnya mengajarkan kepada kita bahwa orang yang bertawakal kepada Allah tidak selalu terhindar dari ujian, tetapi ia tidak pernah benar-benar sendirian ketika menghadapi ujian tersebut.
Maka ketika kamu merasa takut, katakanlah:
"Allah bersamaku. Allah melihatku. Aku akan tetap berusaha menjadi hamba yang taat kepada-Nya."
Lalu tenangkan hatimu.
Karena sebesar apa pun masalah yang kita hadapi, Allah jauh lebih besar daripada masalah itu.
Dan sebesar apa pun ketakutan kita, pertolongan Allah dapat datang dari arah yang tidak pernah kita sangka.

0 Response to "Kisah Lengkap Nabi Danial AS"
Post a Comment