Kisah Nabi Zakaria AS Dan Maryam AS

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang nabi yang mulia bernama Nabi Zakaria AS. Beliau adalah seorang yang saleh, lembut hati, tekun beribadah, dan selalu menyerahkan segala urusannya kepada Allah SWT.


Nabi Zakaria AS menjalankan tugasnya membimbing Bani Israil agar menyembah Allah dan menjalankan perintah-Nya. Dalam Al-Qur'an, beliau juga dikenal sebagai orang yang sangat memperhatikan Maryam AS.

Maryam AS dalam penjagaan Zakaria AS

Maryam AS sejak kecil berada dalam lingkungan ibadah. Atas kehendak Allah, Nabi Zakaria AS menjadi orang yang mengasuh dan menjaga Maryam.

Maryam ditempatkan di sebuah mihrab, tempat khusus untuk beribadah. Setiap kali Nabi Zakaria AS masuk menemuinya, beliau mendapati makanan di sisinya.

Zakaria bertanya:

“Wahai Maryam, dari mana engkau memperoleh makanan ini?”

Maryam menjawab bahwa makanan itu berasal dari Allah. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas.

Peristiwa tersebut membuat Nabi Zakaria AS semakin yakin bahwa kekuasaan Allah tidak terbatas.

Doa Nabi Zakaria AS

Pada saat itu, Nabi Zakaria AS telah lanjut usia. Rambutnya telah memutih dan tubuhnya semakin lemah. Beliau juga memiliki seorang istri yang sebelumnya tidak dapat memiliki anak.

Namun, Nabi Zakaria AS tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Beliau berdoa dengan penuh kerendahan hati:

“Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku.”

(QS. Maryam: 4)

Beliau memohon kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang saleh, yang kelak dapat meneruskan perjuangan dalam kebaikan.

Doa tersebut menunjukkan bahwa meskipun secara manusiawi keadaan tampak sulit, Nabi Zakaria AS tetap yakin bahwa tidak ada sesuatu pun yang mustahil bagi Allah.

Baca juga : 

Kabar gembira dari Allah

Ketika Nabi Zakaria AS sedang berdoa, para malaikat menyampaikan kabar gembira kepadanya.

Allah akan memberinya seorang anak bernama Yahya.

Allah berfirman:

“Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak yang namanya Yahya.”

(QS. Maryam: 7)

Nabi Zakaria AS sangat terkejut sekaligus bahagia. Bagaimana mungkin beliau mendapatkan seorang anak sementara usianya sudah lanjut dan istrinya sebelumnya tidak dapat memiliki anak?

Namun Allah menjawab bahwa hal tersebut mudah bagi-Nya.

Allah telah menciptakan manusia sebelumnya ketika manusia itu belum ada. Maka, memberikan seorang anak kepada Zakaria AS bukanlah sesuatu yang sulit bagi Allah.

Tanda dari Allah

Nabi Zakaria AS kemudian memohon tanda sebagai bukti bahwa kabar tersebut benar-benar berasal dari Allah.

Allah memberikan tanda kepadanya: selama beberapa hari, beliau tidak dapat berbicara kepada manusia kecuali dengan isyarat, meskipun beliau tetap dapat berdzikir kepada Allah.

Setelah itu, lahirlah Nabi Yahya AS.

Yahya kemudian menjadi seorang nabi yang saleh. Allah memberinya hikmah sejak masih muda, hati yang lembut, ketakwaan, dan kesucian diri.

Pelajaran dari kisah Nabi Zakaria AS

Kisah Nabi Zakaria AS mengajarkan beberapa hal penting:

Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah.

Keadaan yang tampaknya mustahil bagi manusia tetap mudah bagi Allah.

Teruslah berdoa.

Nabi Zakaria AS berdoa dengan sungguh-sungguh meskipun usianya sudah lanjut.

Allah mendengar doa hamba-Nya.

Jawaban atas doa terkadang datang setelah waktu yang panjang dan dengan cara yang tidak kita duga.

Kebaikan harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Zakaria AS memohon keturunan yang dapat meneruskan kebaikan dan ketaatan kepada Allah.

Jangan hanya melihat keadaan lahiriah.

Secara manusiawi, Zakaria AS memiliki alasan untuk merasa bahwa keinginannya sulit terwujud. Namun kekuasaan Allah melampaui semua keterbatasan manusia.

Kisah Nabi Zakaria AS disebut antara lain dalam QS. Ali 'Imran 3:37–41, QS. Maryam 19:2–15, dan QS. Al-Anbiya 21:89–90.

Inti kisahnya: Nabi Zakaria AS mengajarkan kepada kita bahwa doa, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah tidak boleh berhenti hanya karena keadaan terlihat sulit. Allah kemudian mengabulkan doanya dengan memberikan seorang putra bernama Yahya AS.

loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Zakaria AS Dan Maryam AS Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Nabi Zakaria AS Dan Maryam AS Sebagai sumbernya

0 Response to "Kisah Nabi Zakaria AS Dan Maryam AS"

Post a Comment

Kisah Nabi Lainnya