Pohon yang Digugurkan Daun Dosanya

Pohon yang Digugurkan Daun Dosanya ~ Di puncak rasa putus asa, lelaki berusia 50-an itu teringat kepada almarhumah emaknya. Emaknya menghabiskan sebagian kehidupannya dengan deraan sakit. Pelbagai jenis penyakit, mulai jantung, hipertensi, kanker, silih berganti menggerumus tubuh sang emak. Bahkan, vertigo yang kemudian turut melumpuhkan sistem saraf, membuat perempuan tua itu terbaring terus menerus selama lebih tujuh tahun. Akibatnya, ketika lima anaknya menikah membuatnya tidak dapat sepenuhnya meneguk kegembiraan seperti jamaknya orangtua yang menikahkan putra-putrinya. Ia hanya berbaring sendirian membayangkan rona keceriaan di wajah anak-anaknya.
Ilustrasi
Sang emak justru belajar makna kesabaran dari setiap penyakit yang silih berganti mendera. Tiada keluhan berkepanjangan. Ia tidak menyesali Allah swt yang belum juga memberi kesembuhan padanya. Anak-anaknya jarang menemukannya berlinang air mata ketika kehidupannya hanya sebatas ranjang. Sebaliknya, ia tetap melaksanakan ibadah ketika hanya mampu berbaring dan menghabiskan waktunya dengan berzikir.

Kendati kehidupannya hanya di atas ranjang, perempuan tua itu tetap semangat mengikuti perkembangan yang ada di luar kamarnya. Bahkan, lebih mengagumkan lagi, a menjadi sumber wejangan tidak hanya bagi anak-anaknya tetapi handai taulan yang mengunjunginya supaya bersabar dan tawakal dalam menghadapi kehidupan. Tak mengherankan, bagi anak-anaknya sang emak menjadi simbol kesabaran dan keikhlasan dalam menempuh ujian sakit. Tapi, siapakah yang mengirim spirit untuk mampu bertahan? Ketika anak-anaknya pernah mengeluh karena kasihan melihat orang tuanya terus menerus terbaring, sang emak justru yang menyabarkan. "Sakit itu ujian bagi kesabaran. Ini belum seberapa. Nabi Ayub saja yang menjadi utusan Allah lebih parah menerima cobaan sakt tetapi ia tetap tawakal. Saat ia sujud, ulat yang ada di borok kepalanya terjatuh, tetapi dipungutnya dan dikembalikannya tempat semula." ujar sang emak mengutip kisah dari guru mengajinya semasa sehat.

Memang, Ayub menjadi simbol kesabaran di tengah derita sakit. Allah swt pun mengisahkan, Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya: "(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang." (QS. Al-Anbiya:83). Tiada seikhlas Ayub dalam menerima sakit sehingga Allah swt mengirimkan kesembuhan seperti sang emak di usia senjanya menerima kesembuhan dari-Nya.

Baca juga :
Nabi Ayub merupakan refleksi dari kesabaan dalam menerima penderitaan sakit. Ayub menjadi sumber inspirasi bagi emak maupun setiap muslim yang sabar dalam menerima cobaan-Nya. Bukanlah Allah swt telah menjanjikan ujian dan cobaan untuk membuktikan keimanan seperti terkandung di dalam Al-Quran, Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka." (QS. Al-Ankabut: 2-3)

Nabi Muhammad saw pun menegaskan dalam hadis yang artinya: "Demi Allah ! Bukanlah kefakiran atau kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi justru aku khawatir kemewahan dunia yang kalian dapatkan sebagaimana telah diberikan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian bergelimang dalam kemewahan itu sehingga binasa, sebagaimana mereka bergelimang dan binasa pula." (HR. Bukhari).

Dengan demikian, sebaiknya kita tidak menduga-duga bila seseorang yang menderita akibat cobaan, sebagai bentuk hukuman. Kenapa? Dengan ujan yang berat, sang insan belajar sabar dan ikhlas untuk menerima segala cobaan. Bukankah Nabi Ayub maupun sang emak dalam kisah ini menggnakan cobaan berupa penyakit sebagai sarana membangun ikhlas dan ibadah? Maka, wahai Emak, engkaulah melalui keikhlasan dalam menerima cobaan ini menjadi pohon yang digugurkan daun dosanya.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan." (QS. Al Anbiya: 35)
Sumber : republika.co.id
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Pohon yang Digugurkan Daun Dosanya Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Pohon yang Digugurkan Daun Dosanya Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya