Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu

Dunia Nabi ~ Nabi Muhammad sering kali menyendiri di Gua Hira. Belia sering kali memikirkan masyarakat Arab yang banyak melakukan perbuatan buruk dan dilingkupi dengan kebodohan. Beliau berusaha memahami tentang keesaan Allah.


Pada suatu malam, tepatnya pada malam 17 Ramadhan, malaikat Jibril mendatangi Nabi Muhammad yang sedang menyendiri di Gua Hira. Pada saat itulah, Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama. Wahyu itu adalah surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5. Ketika itu, Nabi Muhammad berumur 40 tahun dan telah menikah dengan Khadijah.

Setelah itu, wahyu dari Allah swt turun secara bertahap dalam jangka waktu 23 tahun. Wahyu Allah tersebut di kumpulkan dalam kitab yang bernama Al-Quran. Selain Al-Quran, kaum Muslim juga memiliki pegangan atau pedoman hidup yang diberi nama As-Sunnah. As-Sunnah atau Al-Hadits merupakan segala perkataan, tindakan, dan persetujuan dari Nabi Muhammad saw.

Setelah menerima wahyu, Nabi Muhammad berdakwah mengajak orang-orang untuk menyembah Allah. Selama tiga tahun pertama, Nabi Muhammad hanya menyebarkan ajaran Islam kepada teman-teman dekat dan kerabat beliau secara sembunyi-sembunyi. 

Pada awal tahun 613, Nabi Muhammad saw mendapatkan wahyu dari Allah swt untuk berdakwah secara terang-terangan kepada penduduk Kota Mekkah dan sekitarnya. Ketika itu, Nabi Muhammad banyak mendapat tantangan dan cemoohan dari tokoh-tokoh Quraisy atau masyarakat jahiliah pada masa itu. Mereka menyiksa dengan kejam bahkan membunuh para pengikut Nabi Muhammad saw.

Meskipun mendapat banyak tantangan dari kaum musyirikin Quraisy, dakwah Nabi Muhammad saw tidak pernah surut. Beliau dan pengikutnya tetap menyebarkan ajaran Islam dengan penuh keteguhan dan keikhlasan.

Oleh Sugiasih, S.Si.
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya