Kisah Nabi Nuh Membuat Kapal

Kisah Nabi Nuh Membuat Kapal ~ Kaum Nabi Nuh menolak ajakan Nabi Nuh untuk beriman kepada Allah swt. Bahkan mereka pun menyiksa orang-orang yang beriman. Mereka melempari orang-orang beriman dengan batu. “Hai orang-orang dungu kalian harus meninggalkan negeri ini”.


Oleh karena merasa teraniaya, akhirnya Nabi Nuh berdoa, “Ya Allah, aku teraniaya oleh kaumku, para penyembah berhala itu. Mereka tidak mau beriman kepada-Mu. Bahkan mereka mengusir orang-orang beriman dengan kejam. Berilah pertolongan kepadaku dengan pertolongan yang sebaik-baiknya. Allah Maha Mendengar doa hamba-Nya yang teraniaya. Kemudian, Allah mengutus Jibril untuk menemui Nabi Nuh. “Wahai Nabi Nuh, Allah mengabulkan doamu”.

Jibril menyampaikan perintah Allah agar Nabi Nuh menanam sebuah pohon yang bijinya dibawa oleh Jibril dari surga. Biji pohon tersebut akan tumbuh menjadi pohon raksasa yang belum pernah ada sebelumnya. Nabi Nuh sangat bersyukur atas pemberian Allah swt. Kemudian, Nabi Nuh menanam biji pohon tersebut. Bertahun-tahun kemudian, pohon itu pun tumbuh menjadi tinggi dan besar. Orang-orang sangat takjub melihat ukuran pohon tersebut. Mereka tidak menyangka bahwa ada pohon yang memiliki ukuran yang sangat besar. Selama pohon tersebut tumbuh, tidak ada bayi yang lahir di negeri itu.

Nabi Nuh berdoa kepada Allah swt, “Ya Allah, jangan Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tertinggal di atas bumi. Jika Engkau biarkan ada yang tertinggal, mereka hanya akan melahirkan anak yang senang melakukan kemaksiatan dan sangat ingkar kepada-Mu”. Tidak lama kemudian, Jibril datang lagi kepada Nabi Nuh. Jibril menyampaikan wahyu dari Allah. Allah memerintahkan Nabi Nuh untuk membuat kapal. Dalam Surat Hud ayat 37, Allah swt berfirman, “Dan buatlah bahtera dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu. Sesungguhnya mereka itu akan di tenggelamkan”.

Nabi Nuh segera mengumpulkan para pengikutnya yang beriman. Beliau mengajak mereka untuk membuat kapal. Kapal ini akan digunakan untuk menyelamatkan orang-orang beriman dari azab Allah swt. Para pengikutnya bertanya, “Bagaimana cara membuat kapal ? Bentuknya saja kami belum pernah tahu”. Nabi Nuh berkata, “Tenanglah, Allah akan memberikan petunjuk-Nya kepada orang-orang yang beriman”. Setelah itu, Nabi Nuh mulai membuat kapal. Nabi Nuh adalah orang yang pertama kali membuat kapal. Nabi Nuh dan para pengikutnya bekerja keras membuat kapal. Mula-mula mereka menebang pohon raksasa yang telah ditanam bertahun-tahun tersebut. Kemudian, mereka membuat bilah-bilah papan untuk dinding dan lantai kapal.

Pada saat Nabi Nuh dan para pengikutnya membuat kapal, orang-orang kafir itu tidak henti-hentinya mengejek Nabi Nuh dan para pengikutnya. Salah seorang di antara mereka berkata sambil mengejek, “Hei…. Lihatlah ! Orang-orang bodoh itu sedang membuat apa ?” Ha…ha…ha… katanya membuat kapal !” jawab yang lain. “Membuat kapal ? Di sini kan tidak ada laut, bahkan sungai pun tidak ada. Nuh dan pengikutnya ini benar-benar orang yang aneh !” kata yang lain lagi. Nabi Nuh membalas perkataan mereka, “Jika kalian mengejek kami, kami pun akan mengejek kalian sebagaimala kalian mengejek kami”. Perkataan Nabi Nuh itu dikutip di dalam Al-Quran Surat Hud ayat 38. Nabi Nuh juga memperingatkan mereka akan azab dari Allah swt. Meskipun telah diingatkan tentang azab dari Allah swt, mereka tidak merasa takut. Bahkan mereka menantang Nabi Nuh. Mereka berkata, “Hai Nuh, datangkanlah kepada kami azab yang engkau sebutkan itu !” Mereka melempari kapal Nabi Nuh dengan kotoran. Para pengikut Nabi Nuh menjadi sedih. Salah seorang di antaranya berkata, “Siapa yang akan membersihkan kotoran najis sebanyak itu ?”

Allah tidak tinggal diam melihat hal tersebut. Allah menunjukan kekuasaan-Nya. Salah seorang dari kaum kafir itu terperosok ke dalam kapal yang penuh najis itu. Orang tersebut adalah orang yang pincang dan tubuhnya penuh dengan borok atau kudis. Akan tetapi, ketika dia keluar dari kapal, mendadak semua borok di tubuhnya menghilang. Kulitnya menjadi mulus kembali. Bahkan kakinya yang pincang dapat berjalan kembali. Kejadian tersebut membuat para penduduk gempar. Mereka mendengar peristiwa ajaib. Kotoran di dalam kapal dapat menyembuhkan penyakit. Mereka pun beramai-ramai datang ke kapal itu. Mereka masuk ke dalamnya dan melumuri tubuh mereka dengan kotoran yang mereka buang sendiri. Tidak lama kemudian, kotoran itu telah bersih dari kapal Nabi Nuh. Nabi Nuh dan pengikutnya tertawa melihat kebodohan orang-orang kafir tersebut. Mereka menyembuhkan penyakit dengan barang yang najis.

Azab Bagi Kaum Nabi Nuh

Kapal telah siap berlayar, Nabi Nuh bersama pengikutnya, tumbuhan, serta hewan telah masuk ke dalam kapal. Setelah itu, Allah menurunkan hujan yang sangat lebat. Angin bertiup dengan kencangnya. Bumi mengeluarkan air dengan derasnya. Akibatnya, air sungai naik, air mulai meluap ke daratan. Ketika itu, anak Nabi Nuh tidak mau naik ke kapal. Nabi Nuh terus membujuknya, tetapi anaknya tetap tidak mau naik ke kapal. Kaum Nabi Nuh yang kufur mulai ketakutan. Mereka naik ke atas bukit. Pada awalnya, mereka merasa aman. Mereka yakin banjir tidak akan menggenangi bukit. Namun ternyata, air meluap terus-menerus hingga menggenangi bukit. Mereka berlari ke atas gunung. Ketinggian air terus naik hingga gunung pun terendam.

Dari atas kapal, Nabi Nuh melihat anaknya terombang-ambing dalam banjir. Ia memanggil anaknya, “Wahai anakku, naiklah ke atas kapal. Berimanlah kepada Allah”. Anaknya menjawab, “Aku akan naik ke gunung yang tinggi. Di sana tidak aka nada banjir”. Kaum Nabi Nuh yang kufur berlari ke arah gunung. Namun tidak lama kemudian, gunung juga tersapu oleh air. Pada hari itu, tidak ada kaum Nabi Nuh yang kufur selamat. Semua benda dan makhluk hidup tenggelam dan tiada yang selamat. Hanya orang-orang yang ada di atas kapal Nabi Nuh yang selamat. Setelah banjir surut, kapal Nabi Nuh berlabuh di atas Bukit Judiy. Demikianlah, Allah menimpakan azab bagi kaum yang kufur. Dan sesungguhnya telah kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran ? (QS. Al-Qamar : 15). [Dunia Nabi]
loading...
Kamu sedang membaca artikel tentang Kisah Nabi Nuh Membuat Kapal Silahkan baca artikel Dunia Nabi Tentang Yang lainnya. Kamu boleh menyebar Luaskan atau MengCopy-Paste Artikel ini, Tapi jangan lupa untuk meletakkan Link Kisah Nabi Nuh Membuat Kapal Sebagai sumbernya

Kisah Nabi Lainnya